China: Pembicaraan lebih lanjut dibutuhkan untuk bantu Pakistan

China akan menyediakan bantuan ekonomi kepada Pakistan tetapi pembicaraan lebih lanjut akan dilakukan untuk membahas rinciannya, kata diplomat senior China, setelah Perdana Menteri Pakistan Imran Khan bertemu dengan Perdana Menteri China Li Keqiang pada Sabtu.

Cadangan devisa Pakistan menyusut 42 persen sejak awal tahun ini dan sekarang tersisa 8 miliar dolar AS, atau kurang dari dua bulan untuk menutup impor.

Pada bulan lalu, Pakistan menerima paket bantuan 6 miliar dolar dari Arab Saudi, tetapi pejabat mengatakan itu belum cukup dan negara tersebut masih mencari dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menghindari krisis neraca pembayaran, demikian Reuters melaporkan.

Itu akan menjadi paket bantuan ke-13 Pakistan dari peminjam multilateral tersebut sejak akhir tahun 1980-an.

Baca juga: PM China berikrar pererat pertukaran militer dengan Pakistan

Baca juga: Lawan China dan Pakistan, India beli 36 jet tempur Rafale

Ketika berbicara kepada wartawan di Balai Rakyat di Beijing setelah pembicaraan Khan dan Li, Wakil Menlu China Kong Xuanyou mengatakan negaranya akan membantu.

“Dalam kunjungan ini kedua pihak SBOBET telah menjelaskan pada prinsipnya pemerintah China akan berikan dukungan dan bantuan yang perlu kepada Pakistan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi yang sedang dihadapinya saat ini,” kata Kong.

Menurut dia, pihak-pihak terkait dari kedua negara akan membahas lebih rinci langkah-langkah khusus yang akan diambil.

Khan mengatakan kepada Presiden China Xi Jinping sehari sebelumnya bahwa ia mewarisi “keadaan ekonomi sangat sulit” di dalam negerinya.

Putri Ayako lepaskan kedudukan di kekaisaran Jepang, nikahi warga biasa

Tokyo (ANTARA News) – Putri Ayako menikah dengan warga biasa Kei Moriya pada Senin dalam upacara adat di kuil Meiji, Tokyo, menjadi wanita terkini yang meninggalkan keluarga kekaisaran Jepang.

Putri berusia 28 tahun itu, anak ketiga mendiang Pangeran Takamado, sepupu Kaisar Akihito, mengikat perkawinan dengan Kei Moriya, karyawan berusia 32 tahun dari perusahaan pelayaran Nippon Yusen.

Sang putri mengenakan kimono berlapis banyak dan tata rambut khas bangsawan kekaisaran, sementara mempelai pria mengenakan tuksedo hitam dengan celana panjang abu-abu untuk upacara di kuil itu, yang dipersembahkan kepada ruh kakek buyutnya, Kaisar Meiji.

“Saya penuh sukacita untuk menikah dan begitu banyak orang mendatangi kami di Kuil Meiji dan mengucapkan selamat kepada kami,” kata Putri Ayako pada jumpa pers sesudah upacara pernikahan tertutup secara Shinto tersebut.

Bangsawan Jepang diberi kebebasan untuk menikah dengan siapa pun pilihan mereka, setidak-tidaknya sudah tiga angkatan. Kaisar Akihito adalah putra mahkota pertama yang menikahi orang biasa, perempuan yang menjadi Permaisuri Michiko. Mereka bertemu di lapangan tenis sbobet indonesia.

Putri Ayako harus meninggalkan kedudukan kekaisarannya karena menikahi orang biasa, seperti juga untuk wanita di bawah

hukum pergantian Jepang. Ia akan menjadi Ayako Moriya sesudah menandatangani surat nikah pada Senin malam.

Keluarga kerajaan Jepang mengalami kekurangan laki-laki.

Pangeran Mahkota Naruhito, yang mengambil alih kedudukan sesudah Akihito turun takhta pada tahun depan, saudaranya Fumihito, keponakannya Hisahito dan Masahito, saudara laki-laki Kaisar Akihito yang berusia 80-an tahun, adalah hanya empat lelaki yang tersisa sebagai ahli waris takhta.

Penyusutan keluarga kekaisaran itu menimbulkan kekhawatiran dan seruan untuk mengubah Undang-Undang Pergantian Kekaisaran, tapi kalangan kolot sangat menentang wanita mewarisi Takhta Krisan tersebut.

Baca juga: Pernikahan cucu picu debat berkurangnya anggota kekaisaran Jepang
Baca juga: Kaisar Akihito lengser 31 Maret 2019

Sumber: Reuters
Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta: Antara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mantan PM Pakistan didakwa bagikan tanah

Karachi, Pakistan (ANTARA News) – Masa cobaan belum berakhir buat mantan perdana menteri Pakistan Nawaz Sharif, yang sedang meringkuk dalam penjara, saat ia didakwa “secara tidak sah” membagikan tanah suci kepada seorang politikus setempat pada 1986.

Ketika itu, ia menjabat sebagai menteri besar untuk Provinsi Punjab di bagian timur-laut Pakistan.

Satu tim penyelidik yang dibentuk oleh Mahkamah Agung pada Desember menyerahkan laporannya kepada majelis tiga-anggota, yang diketuai oleh Kepala Hakim Mian Saqit tuduhan bab Nisar di Ibu Kota Pakistan, hwaIslamabad.

Laporan itu memuat tuduhan bahwa perdana menteri tiga-masa jabatan tersebut membagikan sebidang lahan luas, yang berdampingan dengan tempat suci terkenal Sufi Baba Fariduddin Ganj Shakar di Kabupaten Pakpattan di Punjab, kepada seorang politikus lokal.

Tim penyelidik menyarankan agar tanah yang menjadi sengketa tersebut diambil kembali dan proses pemeriksaan pidana dilakukan terhadap mantan perdana menteri itu, demikian dilaporkan Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.

Perkembangan terakhir tersebut muncul sehari setelah Mahkamah Agung membekukan hukuman penjara atas Sharif. Hukuman dijatuhkan pada Juli lalu dalam kasus Panama Papers.

Sharif, yang sudah menjalani masa hukuman tujuh tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi lain pada Desember, membantah tuduhan baru itu.

Ia telah dinyatakan bersalah dalam dua dari tiga kasus korupsi terhadapnya, dan dibebaskan dalam kasus ketiga.

Pengadilan tinggi tersebut memberi tenggat dua-pekan kepada Sharif dan Pemerintah Punjab untuk mengajukan tanggapan mereka terhadap laporan penyelidikan itu.

Baca juga: Mantan PM Pakistan Nawaz Sharif ditangkap untuk jalani hukuman penjara

 
Penyunting: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

China minta perusahaan negara hindari kunjungan bisnis ke AS

Beijing (Antara/Reuters) – Pemerintah China telah meminta perusahaan negara untuk tidak melakukan kunjungan bisnis ke Amerika Serikat dan negara sekutunya serta tetap berhati-hati dengan memasang pelindung bagi perangkat komputer jika tetap perlu melakukan perjalanan ke sana, seperti dilaporkan Bloomberg, Selasa (15/1).

Komisi Pengawasan dan Adminstrasi Aset-Aset Milik Negara (SASAC), yang menangani sekitar 100 perusahaan negara, dalam beberapa pekan terakhir meminta para eksekutif agar hanya membawa komputer jinjing milik perusahaan untuk penggunaan di luar negeri jika harus berangkat.

Imbauan itu juga meliputi peringatan perjalanan ke negara-negara lain anggota pakta pertukaran intelijen Five Eyes, yaitu Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Hingga saat ini, SASAC belum menanggapi permintaan untuk berkomentar tentang imbauan tersebut.

Sebuah perusahaan energi milik negara, baru-baru ini telah memperketat aturan pengamanan teknologi bagi para karyawannya yang bepergian ke AS, kata seorang sumber di perusahaan tersebut kepada Reuters.

Beberapa karyawan perusahaan itu tidak diizinkan membawa komputer jinjing ketika berkunjung ke AS dan juga diperintahkan untuk menghapus semua data dan informasi terkait pekerjaan dari telepon genggam pribadi sebelum berangkat, kata sumber tersebut.

Penahanan yang baru-baru ini dikenakan terhadap seorang pejabat tinggi perusahaan raksasa teknologi China Huawei di Kanada –atas permintaan pihak berwenang AS– menjadi sorotan di tengah ketegangan antara China dan AS yang meningkat.

Penahanan tersebut telah meningkatkan kekhawatiran perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di China, di tengah perang dagang yang sudah menegangkan antara kedua negara.

Hubungan China dengan Kanada juga membeku sejak Meng Wanzhou, kepala keuangan dan “pewaris” Huawei, ditahan. Atas tindakan itu, China telah memperingatkan akan melakukan tindakan, yang tidak disebutkan, kecuali jika Meng dibebaskan.

China juga telah menahan Michael Kovrig, seorang diplomat Kanada yang sedang cuti dari Kedutaan di Bejing, serta Michael Spavor, seorang konsultan Kanada, atas kecurigaan membahayakan keamanan negara.

Pewarta:
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Afghanistan kepada Iran: hentikan jadi corong Taliban

Istanbul, Turki (ANTARA News) – Para pejabat di negara tetangga Afghanistan, Taliban, bertindak sebagai corong buat Taliban, kata seorang juru bicara pemerintah Afghanistan pada Kamis (10/1).

“Para pejabat di Kementerian Luar Negeri Iran memainkan peran sebagai juru bicara Taliban,” tulis Shah Hussain Murtazawi, Juru Bicara Presiden Afghanistan, di akun Twitter setelah pejabat Taliban mengadakan kontak dengan Taliban.

Ia juga mengatakan pemulihan demokrasi dan hak asasi sipil di Afghanistan berada di belakang ketidaktenangan Iran dan kepentingannya yang meningkat dalam hubungan yang berkembang dengan Taliban. “Tak ada kebebasan media di Iran,” ia menambahkan.

Mustazawi, yang mengkritik Pemerintah Iran, mengatakan, “Kalian memerlukan persetujuan dari Ayatollah Ahmad Jannati (Ketua Majelis Wali Iran) untuk ikut dalam pemilihan umum. Kelompok minoritas suku dan agama menghadapi tekanan. Iran khawatir bahwa kebebasan di Afghanistan akan menjadi contoh dan oleh karena itu membela argumentasi Taliban.”

Murtazawi, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi, mengatakan Iran mesti memusatkan perhatian pada masalahnya sendiri dan mulai menangani tuntutan tokoh pembangkang yang menjalani tahanan rumah, Mis Hossein Mousavi serta Mehdi Karroubi, dan bukan pada urusan Taliban.

Pada Desember, satu delegasi Taliban mengunjungi Teheran dan bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi mengatakan Pemerintah Afghanistan sudah tahu mengenai kunjungan itu.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif pada Rabu (9/1) mengatakan kepada stasiun televisi India, NDTV, selama kunjungannya ke Ibu Kota India, New Delhi, bahwa Taliban harus mempertahan peran pada masa depan Afghanistan tanpa mendominasinya.

Baca juga: Iran perpanjang visa bagi 450.000 pengungsi Afghanistan
Baca juga: Taliban serbu pos keamanan di Afghanistan, tewaskan 21

 
Penyunting: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Drought-hit Australia has third-warmest year on record in 2018

Melbourne (Antara/Reuters) – Australia had its third warmest year on record in 2018, a year marked by severe drought in parts of the country and a prolonged bushfire season, the Bureau of Meterology said, with the dry conditions expected to persist in coming months.

Maximum temperatures across Australia were the second-warmest on record at 1.55 degrees C (2.8 degrees F) above average, just behind the hottest year in 2013.

The average temperature across Australia in 2018 was 1.14 degrees C above the average for 1961 to 1990, making nine of the past 10 years hotter than average, the bureau said in its annual climate statement.

Annual rainfall was the seventh lowest on record over the southeastern quarter of the country.

“It was a tough year for people dealing with the drought,” Bureau senior climatologist Lynette Bettio said in a statement.

The bureau sees little change in the near term.

“The next three months look like a continuation of the warm and dry conditions that we`ve seen actually over the last 24 months or so,” Karl Braganza, the bureau`s head of climate monitoring told reporters.

El Nino-like weather conditions that have prevailed in the Pacific Ocean could also suppress rainfall this year, although it was unclear yet how that would develop.

El Nino is usually associated with lower than usual rainfall in eastern Australia.

For 2018, Australia`s rainfall was 11 percent below the average for 1961 to 1990 at 413 millimetres (16.3 inches), which the bureau said was due to natural variability as well as climate change.

The warmer temperatures and a windy winter also meant more evaporation, which led to a rapid and intense drying of the landscape, the bureau said.

Global warming is largely to blame for Australia`s bushfire season tending to start earlier in spring and extending into autumn, as opposed to just being during the hottest months in summer, Braganza said.

“The shift in the seasonalities and the severity of the fire weather is largely driven by increases in surface temperature, and that in turn is related to global warming,” he said.

(Uu.KR-KAT)

Pewarta:
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harapan etnis Uighur, peserta kamp vokasi Kashgar, Xinjiang

Kashgar, Xinjiang (ANTARA News) – Para peserta didik kamp pendidikan vokasi di Kota Kashgar, China, menginginkan mendapatkan pekerjaan lebih cepat setelah menyelesaikan program pendidikan dan pelatihan keterampilan di kota terbesar kedua di Daerah Otonomi Xinjiang itu.

“Berharap pemerintah bisa membantu mencarikan pekerjaan untuk saya,” kata Mirkamiljan (20) melalui penerjemah saat ditemui Antara di Kamp Pendidikan Vokasi Kota Kashgar, Jumat (4/1).

Kamp pendidikan vokasi ini dalam beberapa waktu terakhir telah menjadi perhatian dunia internasional dengan sejumlah tokoh dan negara menyebutnya sebagai “kamp konsentrasi”.

Mirkamiljan yang beretnis Uighur itu sudah tujuh bulan menjalani program pendidikan dan pelatihan di tempat tersebut.

“Saya baru selesai ujian Bahasa Mandarin. Mudah-mudahan saya bisa segera lulus dan cepat mendapat pekerjaan,” ujar pemuda yang mempelajari elektronika di lembaga bentukan pemerintah China itu.

Lulusan sekolah menengah atas itu mengaku mengikuti program pendidikan dan pelatihan tersebut secara sukarela.

“Di desa, saya pernah terpengaruh ekstremisme. Kemudian diingatkan oleh tetangga untuk menjauhi pengaruh itu dan disarankan pergi ke sekolah ini. Selanjutnya, saya pamit kepada orang tua,” tuturnya saat ditemui di sela-sela mengikuti pelajaran Bahasa Mandarin itu.

Para peserta didik kepada para delagasi mengaku bahwa kemampuan dan keterampilannya bertambah sebagai modal mencari pekerjaaan nanti.

“Sebelumnya saya tidak bisa apa-apa. Setelah mengikuti program ini, saya sudah bisa menjahit,” kata seorang perempuan berusia 30 tahun yang ditemui di sela-sela mengikuti pelatihan menjahit celana pria.

Seorang peserta didik perempuan lainnya yang juga tidak bersedia menyebutkan nama dan asalnya itu mengaku senang bisa mengikuti program yang difasilitasi pemerintah tersebut.

“Saya setiap hari Sabtu pulang untuk menengok anak saya. Minggunya sudah balik lagi ke sini,” tutur peserta didik yang memiliki seorang anak itu.

Kepala Kamp Vokasi Kota Kashgar, Mijiti Meimeiti, menyebutkan bahwa di lembaga yang dipimpinnya itu saat ini terdapat 2.000 anak didik yang kebanyakan beretnis Uighur dengan usia 20 tahun hingga 30 tahun itu.

Lembaga yang berdiri di atas lahan seluas 16 hektare tersebut mulai beroperasi pada pertengahan 2017. Pemerintah China mengklaim lembaga itu dibentuk sebagai upaya menghindarkan pengaruh ekstremisme.

Menurut penjelasan pengelola, para peserta didik belajar Bahasa Mandarin, Undang-Undang Dasar, dan keterampilan sesuai peminatan, serta kesenian tradisional etnis Uighur.
  Para peserta didik praktik menjahit di kamp pendidikan vokasi di Kota Kashgar, Jumat (04/01/2019) (M. Irfan Ilmie)

Sementara itu Kepala Publikasi Partai Komunis China (PKC) Kota Kashgar, Cai Shi Yan, menyebutkan bahwa kamp sesuai perencanaan mampu menampung 3.000 peserta didik.

“Beberapa bulan sebelumnya memang sempat 3.000 orang. Tapi dengan adanya kelulusan, maka sekarang tersisa 2.000 orang,” katanya menambahkan.

Selain ruang kelas, kamp tersebut juga dilengkapi dengan ruang praktik kerja, lapangan basket, lapangan voli, lapangan bulu tangkis, dan meja ping-pong.

Setiap kamar di asrama mampu menampung empat hingga enam orang yang masing-masing tidur di atas kasur ranjang susun tersendiri. Asrama pria dan perempuan pun terpisah.

Setiap hari mereka mendapatkan jatah makan tiga kali dengan menu halal di kantin kamp tersebut. Semua fasilitas dibiayai oleh pemerintah, termasuk seragam yang digunakan setiap jam pelajaran mulai pukul 06.00 hingga 18.00 waktu setempat (05.00-17.00 WIB).

Di Kota Kashgar terdapat 11 unit kamp dengan fasilitas dan daya tampung yang sama.

Kamp tersebut disoroti oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah negara Barat karena dianggap sebagai upaya penindakan terhadap etnis Uighur dan bertentangan dengan HAM, apalagi setelah adanya penolakan akses terhadap Komisioner Kebijakan HAM Jerman untuk berkunjung.

Gay McDougall, anggota Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial, pada Agustus lalu, mengutip perkiraan bahwa 2 juta warga Uighur dan minoritas Muslim dipaksa masuk ke “kamp politik untuk indoktrinasi” di wilayah otonomi Xinjiang barat.

Dalam sebuah kutipan wawancara dengan Reuters ia menyampaikan keprihatinannya atas keberadaan kamp tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan banyaknya laporan yang kredibel yang telah kami terima bahwa atas nama memerangi ekstremisme agama dan menjaga stabilitas sosial (China) telah mengubah wilayah otonom Uighur menjadi sesuatu yang menyerupai kamp  besar yang diselimuti kerahasiaan, semacam ‘zona tanpa hak’,” katanya pada awal pengajian reguler dari catatan HAM China, termasuk Hong Kong dan Makau.

Namun pemerintah China menyangkal tuduhan itu dengan menyatakan bahwa kamp tersebut bisa memperbaiki taraf hidup masyarakat Uighur dari berpenghasilan 150 RMB-300 RMB menjadi 1.500 RMB-3.000 RMB per bulan setelah mereka mendapatkan pekerjaan di berbagai bidang industri.
   
Baca juga: Pemerintah Xinjiang abadikan bukti serangan 1992-2015
Baca juga: Amnesti Internasional: Etnis Uighur diperlakukan diskriminatif
Baca juga: China tahan sejuta warga Uighur di fasilitas rahasia

Pewarta:
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kamp vokasi Kashgar, Xinjiang

2.426 Views

Para peserta didik sedang belajar Bahasa Mandarin di Kamp Pendidikan Vokasi Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, China, Jumat (4/1/2019). Peserta kamp vokasi ini mayoritas dari etnis Uighur. (ANTARA/M Irfan Ilmie)

Erdogan: Turki terus dukung Pakistan

Ankara, Turki (ANTARA News) – Turki akan terus mendukung Pakistan hari ini dan besok, seperti yang dilakukannya kemarin,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (4/1).

Erdogan mengatakan dalam taklimat bersama dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di kompleks kepresidenan di Ibu Kota Turki, Ankara, “Saudara Turki, Pakistan, juga mempunyai solidaritas kuat buat Ankara.”

Erdogan memuji putusan Mahkamah Agung Pakistan baru-baru ini untuk menyatakan Organisasi Teroris Fetullah (FETO) sebagai kelompok teror.

“Deklarasi FETO sebagai kelompok teroris oleh Mahkamah Agung di Pakistan dan penyerahan sekolah kepada Yayasan Maarif kami … Ini adalah langkah yang disambut baik,” ia menambahkan.

Turki mendirikan Yayasan Maarif pada 2016 untuk mengemban tugas administrasi sekolah di luar negeri yang berkaitan dengan FETO. Turki juga mendirikan lebih banyak sekolah dan pusat pendidikan di luar negeri.

FETO dan pemimpinnya, yang berpusat di AS, Fetullah Gulen, dianggap mendalangi kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016 di Turki, yang menewaskan 251 orang dan melukai hampir 2.200 orang lagi.

Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kegiatan lama untuk menggulingkan negara melalui penyusupan ke berbagai lembaga Turki, termasuk militer, polisi dan lembaga pendidikan tinggi.

FETO memiliki banyak cabang di luar, termasuk sekolah swasta yang berfungsi sebagai aliran dana buat kelompok teror tersebut.

Erdogan, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu, mengumumkan bahwa pertemuan tiga-pihak antara Turki, Pakistan dan Afghanistan akan diselenggarakan di Istanbul, setelah pemilihan umum daerah Turki pada 31 Maret.

Sementara itu, Khan mengatakan Pakistan sudah membantu dialog antara Taliban dan AS, tapi upaya yang jauh lebih kuat dari semua pihak terkait serta negara tetangga diperlukan.

“Saya sangat mengharapkan pertemuan puncak nanti di Istanbul, tempat kami berharap Afghanistan, Pakistan dan Turki akan mampu membantu proses perdamaian,” katanya.

Mengenai hubungan Turki-Pakistan, Khan mengatakan generasi kakeknya, yang saat itu di India, mengumpulkan dana guna membantu Turki dalam perang kemerdekaannya.

Ia menyatakan kegiatan tersebut berlangsung dari generasi-ke-generasi, mulai dari kakeknya sampai ayahnya dan Khan sendiri. Ia merujuk kepada hubungan Pakistan dengan Turki.

“Kerja sama, cinta dan hubungan antara Pakistan dan Turki sejak dulu sudah ada. Saya ingin menekankan bahwa kami ingin membawa hubungan ini ke tingkat yang jauh lebih tinggi,” kata Khan.

Perdana menteri Pakistan tersebut mengatakan itu sebabnya mengapa ia datang ke Turki dengan membawa satu delegasi kuat, termasuk para menteri.

Ia menyatakan Pakistan dan Turki sama-sama menghadapi ancaman keamanan dan Pakistan ingin meningkatkan hubungan dengan Turki dalam setiap bidang.

Baca juga: Turki, Pakistan teken kontrak jual-beli kapal perang, pesawat latih

Editor: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mantan diplomat Korut himbau koleganya yang menghilang di Italia pergi ke Seoul

Seoul,(ANTARA News) – Seorang mantan diplomat Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan pada Sabtu menghimbau seorang kolega lama yang menghilang di Italia untuk membelot ke Seoul, setelah satu laporan bahwa ia mencari suaka di Amerika Serikat.

Jo Song Gil, 44 tahun, yang bertindak sebagai penjabat duta besar Korea Utara untuk Italia, menghilang bersama dengan istrinya setelah meninggalkan kedutaan tanpa pemberitahuan awal November, kata para anggota parlemen Korea Selatan pada Kamis.

Jo telah mencari suaka di AS dan ia di bawah perlindungan intelijen Italia, kata surat kabar Italia, La Republica pada Jumat, mengutip sumber diplomatik yang tak disebutkan jati dirinya.

Departemen Luar Negeri dan kedutaan besar AS di Seoul tak segera menanggapi pertanyaan dari Reuters.

Dalam sepucuk surat terbuka, Thae Yong Ho, mantan wakil dubes Korea Utara untuk Inggris, yang mengatakan ia kuliah di universitas yang sama dan bekerja dengan Jo sebelum membelot ke Korea Selatan tahun 2016, mendesak Jo untuk mengikuti langkah-langkahnya.

Baca juga: Wakil dubes Korea Utara membelot di London

Untuk membelot ke Korea Selatan merupakan “kewajiban, bukan pilihan” bagi para diplomat Korea Utara yang berkomitmen kepada penyatuan, kata Thae, dengan menyebut Seoul “pos terdepan” untuk tugas tersebut.

“Jika Anda datang ke Korea Selatan, hari ketika kolega-kolega kita dan warga Korea Utara yang menderita dibebaskan dari belenggu akan berlanjut,” kata Thae dalam surat yang disiarkan di lamannya.

“Jika Anda datang ke Seoul, bahkan lebih banyak lagi kolega kita yang ikut, dan unifikasi dengan sendirinya akan tercapai.”

Thae dan keluarganya mengunjungi Jo di Roma tahun 2008, ketika Jo belajar pada tahun 2006 hingga 2009. Dia memandu mereka ke tempat-tempat seperti St. Peter`s Basilica di Vatican City.

Baca juga: Akan kian banyak diplomat Korea Utara yang membelot

Korea Selatan bukan “surga di dunia” tetapi satu tempat dimana Jo dapat mewujudkan keinginan-keinginannya, ujar Thae, menyoroti keinginan kuat bagi unifikasi di antara banyak dari sekitar 32.000 pembelot di sana.

“Para pembelot mungkin tidak sekaya orang-orang Korea Selatan,” kata Thae. “Tapi bukankah Anda dan saya, diplomat Korea Utara, seharusnya lakukan di sisa hidup – membawa unifikasi dan menyerahkan bangsa bersatu kepada anak-anak kita?”

Editor: Eliswan Azly

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tujuh penjaga perbatasan Afghanistan tewas di Kandahar

Kabul, Afghanistan (ANTARA News) – Tujuh anggota Polisi Perbatasan Afghanistan tewas dalam satu serangan Taliban di dekat perbatasan, yang disengketakan, Pakistan di Provinsi Kandahar, kata seorang pejabat pada Sabtu (5/1).

Juru Bicara Gubernur Provinsi Aziz Ahmad mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi– bahwa anggota Taliban menyerbu pos pemeriksa keamanan di Kota Perbatasan Nava di Kabupaten Spin Boldak pada Jumat (4/1) larut malam.

Ahmad mengatakan bentrokan masih berlanjut pada Sabtu pagi. Ia menambahkan tujuh penjaga perbatasan dan 16 gerilyawan tewas dalam baku-tembak tersebut.

Taliban di media sosial mengaku bertanggung-jawab atas serangan.

Kandahar telah dikenal sebagai tempat kelahiran aksi perlawanan Taliban pada 1990-an. Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, kondisi di provinsi itu relatif tenang.

Jend. Abdul Raziq, kepala kepolisian Kandahar yang tewas, mendapat pujian karena suasana yang relatif damai di wilayahnya.

Setelah selamat dari puluhan upaya untuk merenggut nyawanya, Raziq tewas pada Oktober tahun lalu, ketika seorang penyusup Taliban menembak dia di luar kantor gubernur provinsi saat kunjungan Panglima AS di Afghanistan Jend. Austin Scott Miller.

Baca juga: 22 polisi Afghanistan tewas akibat serangan Taliban
Baca juga: Pembicaraan AS-Taliban fokus pada gencatan senjata Afghanistan

Penyunting: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur Xinjiang buka akses internasional terkait kamp pendidikan kejuruan

Urumqi, Xinjiang (ANTARA News) – Gubernur Xinjiang, Shohrat Zakir, membuka akses internasional terkait isu kamp pendidikan kejuruan etnis Uighur selama didasari iktikad baik.

“Kami menyambut baik berbagai komunitas di dunia untuk melihat situasi yang sebenarnya. Kami juga berharap siapa saja yang datang tidak mencampuri urusan dalam negeri China dan persatuan nasional, karena kami ingin membahagiakan masyarakat kami,” ujarnya kepada media asing, di Urumqi, Sabtu (5/1).

Menurut dia, sudah sewajarnya bagi China sebagai anggota PBB untuk membuka akses internasional itu. Namun, dia juga meminta komunitas internasional yang datang bisa memberikan komentar yang objektif sesuai kenyataan di lapangan.

Sebelumnya PBB mendesak China agar membuka akses bagi tim pemantau HAM terkait dugaan pelanggaran HAM di kamp pendidikan kejuruan di Xinjiang.

Saat pertemuan eksklusif dengan lima awak media asing di Ibu Kota Xinjiang, Zakir menyatakan, pemerintahannya memiliki cara tersendiri untuk menanggulangi dan membatasi penyebaran terorisme dan ekstremisme pada etnis Uighur melalui sistem pendidikan dan pendidikan kejuruan.

“Berbagai kasus terorisme dan ekstremisme telah mengakibatkan trauma terhadap masyarakat Xinjiang. 10 tahun kami memikirkan penanganannya, termasuk dengan melakukan investigasi. Beberapa personel juga didatangkan ke Xinjiang untuk mengatasi hal ini,” katanya didampingi anggota Dewan Pengarah Partai Komunis China Komite Daerah Otonomi Xinjiang, Xu Hairong, dan beberapa jajaran pengurus PKC lokal serta jajaran pejabat Kementerian Luar Negeri China itu.

Dari situ, para pejabat pusat dan daerah mulai memikirkan sistem pendidikan dan pelatihan yang kelak bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Xinjiang, khususnya yang tinggal di wilayah selatan yang sampai saat ini hidup di bawah garis kemiskinan.

Baca juga: Pemerintah Xinjiang abadikan bukti serangan 1992-2015

Dengan mengacu peraturan perundang-undangan dan regulasi antiterorisme dan anti-ekstremisme, dia menyatakan, kamp pendidikan kejuruan itu bisa menghindarkan masyarakatnya dari pengaruh dan dampak ekstremisme.

Selain itu, 99 persen masyarakat di Xinjiang menyambut baik kamp pendidikan kejuruan yang di dalamnya memberikan materi pelajaran bahasa Mandarin, konstitusi, keterampilan, dan kesenian tradisional etnis Uighur.

Oleh sebab itu, pihaknya akan terus melaksanakan pola pendidikan kejuruan untuk membatasi ruang gerak ekstremisme melalui peningkatan kemampuan individu.

“Kami akan bangun satu pusat pelatihan dan pendidikan kejuruan di setiap kabupaten. Untuk unit berskala kecil bisa menampung 300-700 orang, sedangkan terbesar bisa 1.000 orang,” kata Zakir, yang merangkap jabatan sebagai Deputi Sekretaris PKC Komite Xinjiang itu.

Ia mengaku sejak Oktober 2018, beberapa aktivis HAM dan kedutaan asing, termasuk Indonesia telah mendatangi kamp-kamp pendidikan kejuruan itu.

“Mereka sangat senang dan mengapresiasinya karena kami sudah terbuka sehingga bagi kami seharusnya masalah ini sudah klir,” ujar politikus berusia 66 tahun itu.

Lembaga pelatihan keterampilan yang didirikan sejak pertengahan 2017 itu telah membantu meningkatkan kemampuan etnis Uighur di wilayah Xinjiang selatan dalam berkomunikasi bahasa Mandarin sebagai bahasa nasional rakyat China.

“Kalau mereka tidak bisa berbahasa nasional, bagaimana mungkin bisa meningkat taraf hidupnya. Harus ada pelatihan keterampilan secara intensif di kelas dan kursus sekaligus bisa berbahasa nasional yang bisa digunakan untuk menyapa dan membeli atau menjual sesuatu di pasar sebagai komunikasi dasar,” katanya.

Selain itu, mereka dibekali keterampilan di berbagai bidang, seperti pertekstilan, pertanian, kewirausahaan, dan sektor jasa. Peserta pelatihan kamp vokasi pendidikan etnis Uighur di Kota Moyu, Xinjiang, mengikuti kelas tata boga, Sabtu (05/01/2019) (ANTARA FOTO/M Irfan Ilmie)

Untuk yang terlibat langsung aksi terorisme dan ekstremisme, Shohrat menyatakan, telah ditangani sesuai hukum yang berlaku.

Atas dugaan jumlah yang tinggal di kamp mencapai satu juta orang, dia menganggapnya terlalu mengada-ada. “Kalau sampai satu juta orang, absurd sekali karena penduduk Xinjiang saja 20 juta dan 10 juta di antaranya orang Uighur,” ujarnya.

Meskipun demikian, dia tidak bisa menyebutkan jumlah pasti peserta pelatihan penghuni kamp karena ada yang masuk dan ada yang keluar.

Demikian pula dengan durasi pendidikan, menurut dia, tergantung kemampuan individu dalam menyerap materi pendidikan di kamp itu.

Baca juga: Harapan etnis Uighur, peserta kamp vokasi Kashgar, Xinjiang

Lima media asing di China, termasuk ANTARA, berkesempatan mengunjungi tiga kamp pendidikan kejuruan di tiga kota/kabupaten yang dihuni etnis Uighur dari daerah yang berbatasan dengan Uzbekistan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan, dan India.

Semua kamp tersebut dilengkapi fasilitas pendidikan dan pelatihan keterampilan yang memadai, termasuk asrama, kantin, dan bus yang mengantar dan menjemput para peserta didik saat pulang liburan akhir pekan.

Zakir tidak memberikan jawaban yang spesifik saat ANTARA menanyakan tentang ketersediaan sarana ibadah bagi para penghuni kamp pendidikan kejuruan itu. “Mereka membutuhkan sarana keterampilan yang bisa meningkatkan taraf hidup. Kami sudah memberikan kesempatan kepada Anda untuk melihat secara langsung pusat pelatihan itu,” ujarnya.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sultan Muhammad V mundur sebagai Raja Malaysia

Kuala Lumpur (ANTARA News) – Raja Kelantan Sultan Muhammad V mengundurkan diri sebagai Yang di-Pertuan Agong atau Raja Malaysia ke-15 pada Ahad (6/1).

Menurut Pengawas Keuangan Istana Negara, Datuk Wan Ahmad Dahlan Ab Aziz kepada media di Kuala Lumpur, Ahad, baginda telah menyampaikan pengunduran diri tersebut secara resmi kepada para raja melalui surat yang dikirim ke Sekretaris Majelis Raja-Raja.

“Baginda Tuanku meletakkan jabatan sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-15 terhitung 6 Januari 2019 bersamaan 29 Rabiulakhir 1440H selaras dengan perkara 32 (3) Perlembagaan Persekutuan (Konstitusi Federal),” katanya.

Pasal 32 (3) yang dimaksud menyatakan, “Yang di-Pertuan Agong akan dipilih oleh Konferensi Para Raja untuk masa jabatan lima tahun, tetapi setiap saat dapat mengundurkan diri dari istana dengan menulis dengan tulisannya secara langsung yang ditujukan kepada Konferensi Para Raja atau dicopot dari jabatannya oleh Konferensi Para Raja dan akan berhenti memegang jabatan setelah berhenti menjadi Raja”.

Wan Ahmad mengatakan bahwa Sultan Muhammad V juga telah memberi tahu para raja yang lain tentang keputusannya.

“Sepanjang tugasnya sebagai Yang di-Pertuan Agong, Yang Mulia telah bekerja dengan memenuhi tanggung jawab dan kepercayaannya sebagai kepala negara dan memainkan perannya sebagai tulang punggung stabilitas, sumber keadilan, inti untuk persatuan dan pemersatu rakyat,” katanya.

Wan Ahmad mengatakan bahwa Sultan Muhammad V juga mengucapkan terima kasih karena memilihnya sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-15 pada 13 Desember 2016.

“Dia juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada perdana menteri dan pemerintah atas kerja samanya dalam memerintah negara. Sebagai otoritas tertinggi Angkatan Bersenjata, keagungannya juga bangga atas pengorbanan dan kesetiaan mereka kepadanya dan negara,” katanya.

Kepada warga Malaysia, ujar dia, Seri Paduka Baginda Tuanku meminta mereka untuk tetap bersatu dalam menjaga persatuan, toleransi untuk menegakkan tugas mereka kepada negara sehingga Malaysia yang berdaulat akan terus damai dan harmonis.

Wan Ahmad mengatakan bahwa Sultan Muhammad V akan kembali ke Kelantan.

Sejak Minggu lalu telah muncul desas-desus bahwa Sultan Muhammad V akan mengundurkan diri sebagai raja. Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad pada Jumat mengatakan dia juga telah mendengar kabar tetapi belum menerima pernyataan resmi.

Pada November lalu beredar foto pernikahannya dengan mantan Miss Moscow Oksana Voevodina tetapi istana negara tidak memberikan penjelasan, demikian pula Perdana Menteri Mahathir tidak memberikan pernyataan resmi.
 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dokter Turki “hidupkan kembali” bayi kembar Rohingya

Ankara, Turki, (ANTARA News) – Bayi kembar Rohingya, yang jantung mereka berhenti berdenyut saat mereka di dalam perut ibu mereka, telah “dihidupkan kembali” berkat upaya beberapa dokter Turki, kata Lembaga Penanganan Bencana dan Keadaan Darurat Turki (AFAD) pada Ahad (6/1).

AFAD mengatakan di dalam satu pernyataan tertulis bahwa seorang perempuan yang hamil 32-pekan dan jantungnya telah berhenti berdenyut akibat tekanan darah tinggi, dibawa ke Rumah Sakit Sahra di Bangladesh, yang dioperasikan oleh AFAD dan Kementerian Kesehatan Turki.

Pasien itu segera dibawa ke ruang operasi caesar setelah para dokter gagal mendengar denyut nadi bayi kembar tersebut dan mereka “dihidupkan kembali” berkat upaya petugas medis Turki.

Ibu bayi kembar itu memberi nama bayi lelakinya, Amaorara, dan yang perempuan, Ameorara.

Sang ibu dan bayinya diperkenankan keluar dari rumah sakit setelah mereka pulih, kata AFAD, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.

Turki terus membantu Muslim Rohingya –yang menyelamatkan diri dari tindakan kasar di Myanmar dan berusaha menggantungkan hidup di Bangladesh– sejak awal krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Baca juga: UNHCR sesalkan pendeportasian Rohingya oleh India

AFAD, yang mengkoordinasikan bantuan Turki di wilayah itu, mendirikan beberapa tempat penampungan dan menggali sumur air buat pengungsi Rohingya.

Lebih dari 180.000 pasien telah dirawat dan 1.125 pasien menjalani operasi di Rumah Sakit Sahra selama satu tahun terakhir ini.

Selain itu, 106 bayi dilahirkan di rumah sakit itu.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang yang paling menderita di dunia, telah menghadapi kekhawatiran yang meningkat mengenai serangan sejak puluhan orang tewas dalam bentrokan antar-masyarakat pada 2012.

Sejak 25 Agustus 2017, sebanyak 750.000 pengungsi –kebanyakan anak kecil dan perempuan– menyelamatkan diri dari Myanmar, ketika pasukan keamanan Myanmar melancarkan penindasan terhadap masyarakat minoritas Muslim, kata PBB.

Baca juga: Laporan Rohingya terdampar di Aceh cuma isu
 

Pewarta:
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyibak gelap lorong Kamp Vokasi Uighur Xinjiang (bagian 1)

Jarum jam sudah menunjuk angka 8, tapi sinar matahari tertutup kabut sehingga dinginnya pagi bertemperatur -5 derajat Celcius makin terasa sampai menembus tulang.

Sekelompok orang berseragam hitam-hitam dengan motif merah di lengan berlarian mengejar bola ditingkahi sorak-sorai dan yel-yel pengobar semangat.

Tak sedikit pun mereka merasa menggigil, tak acuh akan dinginnya lima level udara di bawah nol itu. Keceriaan mereka mencairkan kebekuan pagi hari di pinggiran kota oasis yang membentengi daratan Tiongkok di perbatasan Kirgizstan, Tajikistan, Afghanistan, dan Pakistan itu.

Demikian pula dengan air muka mereka yang tidak sedikit pun memancarkan kegundahan layaknya tawanan atau pesakitan, seperti ramai dibicarakan orang-orang di luar dinding sana.

Yang tampak kasat mata pagi itu adalah sosok-sosok yang terlihat tengah mencoba meningkatkan taraf hidupnya dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang tersedia.

Tak mudah untuk mengetahui isi pikiran mereka tapi aktivitas pagi  itu jauh dari apa yang diperbincangkan dunia.

Tak ada jejak kasus ekstremisme, radikalisme, dan terorisme yang lekat dengan citra kelompok mereka selama 23  tahun terakhir.

Amat sayang pula jika itu semua hanya karena fisik mereka yang lebih mirip ras Asia Tengah ketimbang Asia Timur.

Sementara itu di bagian dalam, kawan-kawan mereka menirukan ucapan guru yang mengeja karakter demi karakter Hanzi.

Melihat dari usia mereka yang rata-rata 20 tahun hingga 30 tahun tidak seharusnya duduk di ruang kelas untuk melafalkan kata demi kata layaknya murid sekolah dasar.

Tapi itulah kenyataan bahwa mayoritas yang ada di kamp itu tidak bisa berbicara dengan menggunakan bahasa nasional mereka sendiri.

Hal ini yang menjadi alasan utama  pemerintah China membangun tempat belajar bagi mereka agar bisa berbahasa Mandarin, meningkatkan kemampuan individu sesuai peminatan dan keahlian yang sekaligus mempertebal nasionalisme dengan memahami konstitusi negaranya secara utuh.

Oleh karena pola pendidikan dan pelatihan menyasar pada objek tertentu, yakni etnis minoritas Uighur yang membentuk populasi utama Daerah Otonomi Xinjiang, maka pemerintah China pun harus menghadapi hujatan kritikan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, aktivis HAM, dan kelompok Muslim lainnya di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Kamp atau BLK?

Wartawan Antara dan empat kantor berita asing lainnya yang memiliki perwakilan di Beijing mendapatkan kesempatan eksklusif mengunjungi kamp etnis Uighur yang oleh pemerintah China diklaim sebagai zhiye jineng jiaoyu peixun zhongxin atau pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan itu.

Dibandingkan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, fasilitas di dalam kamp vokasi di Kota Kashgar jauh lebih lengkap dan memadai.

Tidak hanya sarana praktik keterampilan siswa, melainkan juga sarana pendukung lainnya. Kalau melihat kualitas sarana dan prasarana, sangat jelas bahwa pusat pelatihan itu dibangun dengan dana yang tidak sedikit.

Namun jika dilihat dari luar, tampilannya sama sekali tidak menunjukkan sebagai tempat pelatihan kerja. Apalagi kalau melihat model bangunan dengan pagar berlapis dan beberapa bagian dipasang kawat berduri lengkap dengan kamera pemantau di mana-mana serta lokasinya yang sepi dan jauh dari permukiman, maka tidak berlebihan jika tempat itu mirip sebuah kamp daripada lembaga pendidikan.

Beberapa tokoh dan lembaga internasional sebelumnya juga menyebut fasilitas tersebut sebagai “kamp konsentrasi” karena para peserta didik dari etnis Uighur tidak memiliki hak untuk menjalankan tradisi dan keyakinannya.

Kamp di pinggiran kota yang berjarak sekitar 1.500 kilometer di sebelah selatan Ibu Kota Xinjiang di Urumqi itu dibangun di atas lahan seluas 16 hektare pada pertengahan 2017 dengan daya tampung sesuai perencanaan sebanyak 3.000 orang.

Kepala kamp, Mijiti Meimeiti, menyebutkan bahwa sampai saat ini jumlah anak didiknya sebanyak 2.000 orang etnis Uighur yang tinggal di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Kirgizstan, Uzbekistan, Tajikistan, Afghanistan, dan Pakistan.

Mayoritas dari mereka berisiko terpapar paham radikal dan ekstremis sehingga ada yang memang darurat untuk dikirim ke kamp. Namun untuk pelaku terorisme, penjara menjadi tempat yang ideal, bukan kamp itu.

Oleh karena itu, Mijiti membantah keras tuduhan lembaga pengawas HAM internasional bahwa anak didiknya itu hasil pemaksaan otoritas dan aparat setempat.

“Di desa, saya pernah terpengaruh ekstremisme. Kemudian diingatkan oleh tetangga untuk menjauhi pengaruh itu dan disarankan pergi ke sekolah ini. Selanjutnya, saya pamit kepada orang tua,” kata Mirkamiljan dalam bahasa lokalnya melalui penerjemah berbahasa Mandarin, peserta didik kamp pendidikan vokasi Kota Kashgar, Jumat (04/01/2018), memperkuat klaim kepala sekolahnya.

Pria berusia 20 tahun itu mengaku kemampuannya di bidang elektronik makin terasah dengan memperdalam ilmu di kamp. Namun karena belum teruji dalam bercakap bahasa Mandarin, dia tidak diizinkan meninggalkan kamp.

Padahal dia berkeinginan segera bekerja sepeninggalnya dari kamp agar bisa memperoleh penghasilan sendiri sekaligus membahagiakan kedua orang tuanya di desa yang sampai saat ini masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Ia dan beberapa teman senasib lainnya merasa semua kebutuhan di dalam kamp tercukupi, mulai dari sarana belajar, peralatan latihan praktik kerja, tempat tidur di asrama, dan makan tiga kali dalam sehari.

“Enaknya di sini tidak bayar apa pun, bahkan kami dapat belajar menjahit. Tentu saja kami senang,” kata seorang siswi saat ditemui di kelas menjahit.

Makan yang tersedia di kantin kamp pun tidak bisa dibilang sebagai menu ala kadarnya. Saat jam istirahat, menu yang mereka santap adalah nasi putih, sayur, dan ikan goreng cincang.

“Makanannya enak sesuai selera dan pasti halal,” kata seorang siswa sambil bersantap siang bersama teman-temannya di kantin yang dapat menampung sekitar 500 orang tersebut.

Menurut siswa yang tidak bersedia ditulis namanya itu, menu makanan di dalam kamp berganti agar tidak membosankan. “Namun selalu ada daging ayam dan ikan di setiap menunya. Kadang-kadang juga daging kambing,” ujarnya.

Layaknya penduduk yang tinggal di gurun bertemperatur udara rendah, makanan utama mereka tidak bisa lepas dari daging kambing yang dipercaya bisa menghangatkan tubuh dibandingkan dengan daging lainnya.

Tempat tidur mereka juga beralaskan kasur dan terpisah antara satu dengan lainnya, baik dalam ranjang paralel maupun susun.

Pria dan wanita pun ditempatkan dalam asrama terpisah, meskipun di kelas mereka tetap disatukan dalam ruang yang sama.

Demikian pula dengan kamar mandi. Meskipun bersifat umum, tetap privasinya terlindungi dengan sekat-sekat yang terbuat dari pelat aluminium di setiap pancuran air yang bisa disetel dingin dan panas.

“Fasilitas lengkap. Ilmu dan keterampilan bisa kami dapat. Sabtu masih diizinkan pula untuk pulang menengok keluarga. Bagaimana kami tidak suka tinggal di sini?” kata siswi perempuan berusia 30 tahun yang memiliki seorang anak kecil di desanya itu, juga melalui penerjemah.  
(Bersambung)

Baca juga: Gubernur Xinjiang buka akses internasional terkait kamp pendidikan kejuruan
Baca juga: Harapan etnis Uighur, peserta kamp vokasi Kashgar, Xinjiang

 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyibak gelap lorong Kamp Vokasi Uighur Xinjiang (Bagian 2 – Habis)

Jarum jam pagi itu telah menunjuk angka 7 waktu Kota Moyu,  wilayah barat China, tapi suasananya masih sangat gelap.

Jangankan mentari, fajar pun masih belum menyingsing. Namun, bayangan beberapa orang berbaris terlihat samar-samar. Lamat-lamat mereka menaiki bus satu-persatu.

Meskipun tidak sama persis dengan mobil tahanan seperti di Indonesia, teralis baja yang melapisi kaca jendela dan membatasi ruang kemudi, menjadikan bus itu tidak seperti biasanya.

Satu bus penuh penumpang lebih dulu keluar dari areal kamp pendidikan vokasi di salah satu daerah tertinggal di Daerah Otomomi Xinjiang, itu, Sabtu (5/1/2019) pagi.

Namun Antara masih bisa mencegat satu bus lainnya yang bersiap mengantarkan penghuni kamp pulang ke rumahnya di perdesaan yang berbatasan dengan Pakistan dan India itu.
  Para peserta didik di kamp pendidikan vokasi di Hotan, Daerah Otonomi Xinjiang, mengikuti kelas menari, Sabtu (5/1/2019). ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie/19

Sementara di dalam kamp, beberapa siswa-siswi sibuk dengan urusannya sendiri. Ada yang menari sambil bernyanyi, ada yang memainkan alat musik tradisional Uighur untuk mengiringi nyanyian berbahasa lokal yang mirip dengan bahasa Turki. Dan, ada pula yang sibuk mencorat-coret kanvas dengan kuas beraneka warna.

Beberapa lainnya, sibuk dengan urusan masak-memasak karena memang mereka sedang mempelajari ilmu tata boga.

Sebagian dari mereka sudah berdandan cantik layaknya pelayan hotel bintang lima dengan pakaian rapi dan formal.

“Sebelum ke sini, saya tidak bisa apa-apa,” kata Adilla, siswi berusia 20 tahun, di sela-sela kesibukannya menata aneka penganan yang sebagian besar mengandung daging kambing dan daging sapi itu di ruang kelas memasak Kamp Moyu.

Di belakang dia, sekelompok pria mengenakan baju koki (chef) sibuk memasak. Ada yang membuat kue, ada yang mengiris sayur, dan ada yang mengaduk-aduk nasi di atas penggorengan besar.

Pada saat itu, terlihat  tidak ada yang kelihatan menganggur. Sekilas, aktivitas di pagi buta itu terkesan aneh, karena suasana sudah riuh rendah kala mentari pun belum beranjak.

Tapi menurut jadwal, mereka memang harus memulai kegiatan setiap hari pada pukul 06.00 waktu setempat (05.00 WIB) dan berakhir pada pukul 18.00.

Apalagi kalau melihat matahari di Moyu baru terbit pada pukul 09.00 (08.00 WIB), maka aktivitas mereka mulai pagi buta bukan hal yang aneh, meskipun situasi jalanan di luar kamp masih sangat sepi.

Belum sempat mencicipi masakan para peserta didik kamp, Antara sudah harus bergeser menuju Kota Hotan untuk mengunjungi kamp yang sama.

Hari mulai terang ketika sebagian siswa-siswi berpakaian olahraga melakukan aktivitas di lapangan basket depan ruang kelas utama kamp pendidikan vokasi di kota penghasil kurma itu. Selain menari, di kamp ini juga terdapat kelas keterampilan memangkas rambut dan pedikur-manikur.

Seorang siswi berusia 30 tahun melalui penerjemah berbahasa Mandarin menuturkan pengalamannya tinggal di desanya.

“Saya dipaksa pakai cadar dan dipengaruhi pikiran saya sebelum akhirnya ada beberapa orang yang menyelamatkan saya ke tempat ini,” kata Pazilet Wubur, sambil sejenak menghentikan praktik riasnya. Pazilet berbicara dalam bahasa lokal Uighur.

Perempuan berambut keriting warna emas itu mengaku bisa menengok anaknya di desa setiap Sabtu selepas kelas praktik dan kembali ke kamp pada malam keesokan harinya.

Sama dengan para penghuni kamp lainnya, dia juga berharap dapat pekerjaan selesai menjalani program pendidikan bahasa Mandarin, konstitusi nasional, dan keterampilan.

Menurut dia, berbagai fasilitas yang tersedia di kamp vokasi Kota Hotan jauh berbeda dengan di desanya. Apalagi di kamp itu ada beberapa bilik telepon yang bisa digunakan secara cuma-cuma untuk menghubungi keluarganya.

Miskin

Sejauh ini model pembinaan di dalam kamp tersebut masih menimbulkan pro dan kontra. Aktivis internasional menyorotinya dengan berbagai alasan pelanggaran HAM karena ada indikasi model pelatihan dan pendidikan kejuruan di dalam kamp merupakan praktik pengekangan dan pengebirian.

Berkali-kali China membantah tuduhan itu dengan menyatakan bahwa lembaga itu didirikan sebagai upaya untuk membekali rakyatnya dari kelompok etnis minoritas Uighur yang sampai saat ini masih banyak hidup di garis kemiskinan.

Upaya memutus rantai paham ekstrem yang memicu serangkan konflik berdarah sepanjang 1992-2015 akan efektif jika dibarengi dengan peningkatan kapasitas diri, papar Gubernur Xinjiang Shohrat Zakir.

Masyarakat Uighur yang mendiami kawasan gurun di wilayah selatan Xinjiang hanya berpenghasilan 300 RMB hingga 600 RMB (Rp630.000 – Rp1.260.000) per bulan. Hal itu tidak saja menjadikan Xinjiang selatan jauh tertinggal dibandingkan dengan wilayah lainnya di China, melainkan juga sangat sulit bagi etnis Uighur untuk terentaskan dari jurang kemiskinan.

Sebagian masyarakat yang lulus dari kamp vokasi sudah bisa merasakan penghasilan 1.600 RMB hingga 2.000 RMB (Rp3.360.000 – Rp4.400.000) per bulan dengan bekal keterampilan yang didapatnya selama beberapa bulan.

Oleh karenanya, pemerintah China masih akan terus membangun lembaga-lembaga sejenis. Bahkan Shohrat menargetkan setiap kabupaten/kota di wilayah selatan harus punya satu lembaga sejenis.

Untuk kamp terkecil diproyeksikan menampung 300 orang hingga 700 orang, sedangkan terbesar 1.000 orang. Sampai saat ini di wilayah selatan terdapat sedikitnya 19 kamp sejenis.

Menanggapi pihak-pihak yang menyinyirinya, Shohrat justru mengundangnya untuk datang ke Xinjiang, asalkan didasari niatan yang baik dengan memberikan penilaian objektif sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Kami menyambut baik berbagai komunitas di dunia untuk melihat situasi yang sebenarnya. Kami juga berharap siapa saja yang datang tidak mencampuri urusan dalam negeri China dan persatuan nasional karena kami ingin membahagiakan masyarakat kami,” katanya dalam pertemuan eksklusif dengan lima kantor berita asing, termasuk Antara, di Urumqi, Sabtu (5/1/2019).

Sebenarnya, hal yang tidak kalah penting dari pro dan kontra seputar isu kemanusiaan adalah kamp itu langkah konkret dari strategi China memperkuat perekonomian domestik dalam menghadapi perekonomian global, terutama di tengah rivalitas menghadapi dominasi Amerika Serikat.

Mereka tidak sekadar membangun kamp. Kawasan dan sentra industri di sekitar kamp sudah dipersiapkan sangat cermat dan prospektif bisnis.

Pabrik garmen di Desa Gazong, Kecamatan Xiaoerbage, tidak jauh dari kamp vokasi Kota Hotan salah satu contohnya. Pabrik garmen di Desa Gazong, Kecamatan Xiaoerbage, yang tidak jauh dari kamp vokasi di Kota Hotan, Xinjiang, sudah siap menampung jebolan kamp vokasi. (M. Irfan Ilmie)

Mereka mempekerjakan hampir seratus perempuan terampil menjahit berbagai jenis dan model baju sesuai pesanan vendor. Sangat mungkin jika sebagian dari pekerja itu adalah jebolan kamp vokasi.

Namun hal yang lebih penting lainnya terkait pemenuhan spiritual para penghuni yang mayoritas etnis muslim Uighur karena di dalam kamp tersebut tidak ada sarana pendukung.

Sayang sekali Shohrat yang juga dari kalangan etnis muslim Uighur tidak memberikan jawaban secara spesifik pertanyaan Antara mengenai kekurangan fasilitas di dalam kamp dalam memberikan hak penghuni memenuhi kewajiban rohaninya.

“Mereka sudah mendapatkan gratis tempat tinggal dan makan. Setelah lulus, kami tidak pernah menahan atau melarang mereka kembali ke masyarakat,” ujar Shohrat yang juga menjabat Deputi Sekretaris Partai Komunis China (PKC) Komite Xinjiang itu. 

Terlepas dari klaim Shohrat, keberadaan kamp tersebut memang memancing kontroversi.

Gay McDougall, anggota Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial, pada Agustus lalu, mengutip perkiraan bahwa 2 juta warga Uighur dan minoritas Muslim dipaksa masuk ke “kamp politik untuk indoktrinasi” di wilayah otonomi Xinjiang barat.

Dalam sebuah kutipan wawancara dengan Reuters ia menyampaikan keprihatinannya atas keberadaan kamp tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan banyaknya laporan yang kredibel yang telah kami terima bahwa atas nama memerangi ekstremisme agama dan menjaga stabilitas sosial (China) telah mengubah wilayah otonom Uighur menjadi sesuatu yang menyerupai kamp  besar yang diselimuti kerahasiaan, semacam ‘zona tanpa hak’,” katanya pada awal pengajian reguler dari catatan HAM China, termasuk Hong Kong dan Makau.  

Baca juga: Menyibak gelap lorong Kamp Vokasi Uighur Xinjiang (bagian 1)
Baca juga: Harapan etnis Uighur, peserta kamp vokasi Kashgar, Xinjiang

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taliban serbu pos keamanan di Afghanistan, tewaskan 21

Kabul (ANTARA News) – Para gerilyawan Taliban menyerbu pos-pos penjagaan di Afghanistan hingga menewaskan 21 polisi dan milisi propemerintah, kata sejumlah pejabat, Senin.

Serbuan itu merupakan yang terbaru dalam lonjakan serangan, yang telah memunculkan keraguan soal langkah menuju pembicaraan.

Taliban menyerang pos-pos pemeriksaan di dua dareah berbeda di Provinsi Badghis, yang berbatasan dengan Turkmenistan, Minggu (6/1) malam, kata beberapa pejabat provinsi.

Kepala Dewan Provinsi Badghis Abdul Aziz Bek mengatakan 14 polisi dan tujuh milisi propemerintah meninggal, sedangkan sembilan orang terluka.

Pejabat lainnya, Jamshid Shahabi, yang merupakan juru bicara Gubernur Provinsi Gadghis, mengatakan lebih dari 15 gerilyawan Taliban terbunuh dan 10 lainnya cedera dalam bentrokan.

Taliban menyatakan bertanggung jawab atas serbuan itu, yang merupakan salah satu serangan paling maut di provinsi tersebut dalam bulan-bulan belakangan.

Qari Yousuf Ahmadi, juru bicara Taliban, mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka membunuh 34 anggota pasukan keamanan dan milisi propemerintah serta menyita banyak senjata dan amunisi.

Para pemimpin Taliban dan pejabat Amerika Serikat dijadwalkan melakukan pertemuan bulan ini guna membahas penarikan pasukan asing dan kemungkinan gencatan senjata.

Para pejabat dari pihak-pihak yang berperang telah bertemu sedikitnya tiga kali dalam beberapa bulan terakhir untuk mencoba menyepakati cara mengakhiri perang yang telah berlangsung 17 tahun.

Namun sementara itu, kedua pihak tetap saling melancarkan serangan.

Taliban mengatakan mereka berperang untuk menggulingkan pemerintahan dukungan Barat serta mengembalikan hukum Islam ketat setelah mereka terdepak pada 2001.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya mengatakan mereka ingin menghentikan Afghanistan menjadi tempat berlindung bagi kalangan pegaris keras internasional yang berencana melakukan serangan-serangan di Barat.

Baca juga: Tujuh penjaga perbatasan Afghanistan tewas di Kandahar

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Tia Mutiasari/M. Irfan Ilmie

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Malaysia gelar pemilihan Raja 24 januari

Kuala Lumpur (ANTARA News) – Musyawarah Majelis Raja yang berlangsung di Istana Negara Kuala Lumpur, Senin, menetapkan pemilihan Yang di-Pertuan Agong atau Raja Malaysia XVI akan dilakukan dalam Musyawarah Khusus Majelis Raja, Kamis (24/01).

Musyawarah juga menetapkan bahwa musyawarah khusus untuk mengangkat sumpah Yang di-Pertuan Agong XVI dan Wakil Yang di-Pertuan Agong XVI akan berlangsung pada Kamis pekan berikutnya (31/1).

Musyawarah dalam rangka menyikapi mundurnya Yang di-Pertuan Agong atau Raja Malaysia XV Sultan Muhammad V dihadiri oleh para raja dan sultan dari lima negara bagian di Malaysia.

Mereka yang hadir adalah Sultan Terengganu Mizan Zainal Abidin, Raja Perlis Tuanku Syed Sirajuddin, Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan Tuanku Muhriz, Sultan Johor Ibrahim, Sultan Perak Nazrin Muizzuddin Shah dan Sultan Kedah Sallehuddin.

Sultan Pahang tidak berangkat karena dikabarkan kurang sehat sedangkan Sultan Selangor berhalangan hadir karena berada di luar negeri.

Majelis Raja menghormati keinginan Sultan Muhammad V untuk mengundurkan diri dan meletakkan jabatan Yang di-Pertuan Agung terhitung Minggu, (6/1).

Majelis menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi Sultan Muhammad V, yang telah memenuhi amanah sebagai Yang di-Pertuan Agong mulai 13 Desember 2016 hingga 6 Januari 2019.

Mundurnya Sultan Muhammad V, yang juga Sultan Kelantan dari Yang di-Pertuan Agong, merupakan kejadian yang pertama kali dalam sejarah kerajaan Malaysia.

 Baca juga: Sultan Muhammad V mundur sebagai Raja Malaysia 

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

China eksekusi pelaku penikaman belasan murid TK

Beijing (ANTARA News) – Pengadilan di China bagian selatan mengeksekusi mati seorang pria setelah ia menikam 12 murid taman kanak-kanak (TK), seperti dilaporkan lembaga penyiaran nasional, Senin.

Aksi kekerasan semacam itu jarang terjadi di China, tetapi telah ada serangkaian serangan pisau dan kapak dalam beberapa tahun terakhir yang sebagian besar menargetkan anak-anak.

China Central Television melaporkan bahwa pada Januari 2017, Qin Pengan menikam anak-anak dengan menggunakan pisau sayur untuk membalas dendam atas nasib yang tidak sesuai dengan keinginannya dan setelah berselisih dengan tetangganya.

Tidak ada anak yang meninggal akibat luka dari serangan tersebut.

Pengadilan di Kota Pingxiang, Provinsi Guangxi, memvonis mati Qin dan mengeksekusinya pada Jumat setelah disetujui Mahkamah Agung China.

Meskipun telah ada upaya untuk mengurangi jumlah hukuman mati setiap tahunnya, China masih menjatuhkan hukuman mati pada beberapa orang lebih banyak dibandingkan negara lain, menurut perkiraan sejumlah kelompok HAM.

Hakim Mahkamah Agung pada Desember membuat pembelaan yang jarang terjadi atas hukuman mati, bahwa China tidak dapat menghapus suatu sistem karena khawatir memicu kemarahan publik yang mendukung pelaksanaan hukuman mati.

Baca juga: Pria China dihukum mati karena bocorkan rahasia negara
Baca juga: Pejabat China dihukum mati akibat kasus korupsi

Sumber: Reuters
Penyunting: Azizah Fitriyanti/M. Irfan Ilmie

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kapal AS layari Laut China Selatan yang disengketakan

Beijing (ANTARA News) – Sebuah kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat berlayar di dekat pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Selatan.

China menyebut tindakan itu sebagai “provokasi” sementara para pejabat AS bergabung dalam pembicaraan di Beijing selama gencatan perang dagang yang sengit.

Kapal AS bernama USS McCampbell itu melaksanakan operasi “kebebasan berlayar untuk menantang klaim maritim yang berlebihan”, kata Juru Bicara Armada Pasifik Racher McMarr dalam pernyataan melalui surat elektronik.

Operasi diwujudkan dengan melakukan pelayaran di dalam jarak 12 mil laut Kepulauan Paracel.

Operasi tersebut tidak ditujukan pada negara mana pun atau sebagai pernyataan politik, kata McMarr.

Pernyataan Armada Pasifik muncul pada saat pembicaraan perdagangan antara China dan Amerika Serikat sedang dijalankan di Beijing.

Pembicaraan itu sendiri merupakan putaran pertama pembahasan melalui pertemuan secara langsung sejak kedua pihak setuju untuk menerapkan gencatan selama 90 hari atas perang dagang, yang telah mengeruhkan pasar internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan aksi kapal AS itu telah melanggar hukum China serta hukum internasional, dan China telah mengajukan fakta-fakta serius.

“Kami mendesak Amerika Serikat untuk segera menghentikan provokasi seperti ini,” kata Lu.

Ia menambahkan bahwa China telah mengirimkan kapal-kapal serta pesawat militernya untuk melakukan identifikasi serta memperingatkan kapal tersebut.

Ketika menjawab pertanyaan, Lu mengatakan menyelesaikan masalah akan memberikan keuntungan bagi kedua negara dan dunia.

“Kedua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan situasi positif yang diperlukan untuk ini,” ujarnya.

China mengklaim hampir seluruh wilayah strategis Laut China Selatan dan kerap mengecam Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya soal kebebasan pelayaran angkatan laut di dekat pulau-pulau yang dikuasai China.

China dan Amerika Serikat sebelumnya berkali-kali saling mengeluarkan pernyataan keras soal langkah Beijing, yang dikatakan Washington sebagai militerisasi Laut China Selatan dengan membangun instalasi militer di pulau-pulau buatan dan batu karang.

China mempertahankan alasan pembangunan itu sebagai kebutuhan untuk membela diri. China mengatakan justru Washington yang menimbulkan peningkatan ketegangan di kawasan itu dengan mengirimkan kapal-kapal perangnya serta rencana-rencana militer ke dekat pulau-pulau yang diklaim Beijing.

Baca juga: Wapres AS: Laut China Selatan bukan milik negara manapun

Sumber: Reuters
Penyunting: Tia Mutiasari/Gusti Nur Cahya Aryani

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iran harapkan pembeli minyak “potensial” di tengah sanksi AS

London (ANTARA News) – Semua negara yang diberikan keringanan dari Amerika Serikat untuk terus membeli sejumlah tertentu impor minyak Iran mematuhi sanksi-sanksi AS, kata seorang pejabat energi Iran, dan menyebut bahwa Teheran berharap menemukan pembeli-pembeli baru.

Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran tahun lalu dan memberlakukan sanksi-sanksi untuk mencekik industri perbankan dan minyak Iran. Namun, AS mengizinkan untuk sementara delapan konsumen tetap membeli minyak mentah dari Iran.

“China, India, Jepang, Korea Selatan dan beberapa negara lain yang diberi keringanan dari Amerika untuk mengimpor minyak Iran tidak bersedia membeli bahkan satu barel lagi dari Iran,” kata Amir Hossein Zamaninia, deputi menteri perminyakan Iran untuk urusan perdagangan dan internasional seperti dikutip kantor berita Kementerian Minyak SHANA.

Namun, tanpa memberi rincian, Zamaninia mengatakan, “Kendati ada tekanan AS atas pasar minyak Iran, sejumlah pembeli potensial minyak Iran telah meningkat secara signifikan karena pasar kompetitif, rakus dan mengejar lebih banyak keuntungan.”

Keringanan selama 180 hari juga diberikan kepada Italia, Yunani, Taiwan dan Turki.

Washington berusaha membuat ekspor minyak Iran ke angka nol untuk mengekang program nuklir dan peluru kendali Teheran serta melawan pengaruh politik dan militernya yang berkembang di Timur Tengah.

Iran telah mendesak negara-negara Eropa, yang masih berkomitmen dengan perjanjian nuklir itu, untuk menentang sanksi-sanksi dengan menciptakan mekanisme finansial yang memfasilitasi pembayaran penjualan minyak Iran.

Zamaninia mengatakan mekanisme itu, yang dikenal dengan nama SPV (kendaraan khusus untuk perdagangan), akan “membantu tetapi tidak dapat menyelesaikan masalah karena pengaruh AS akan berdampak pada tindakan Eropa.

Baca juga: Produksi minyak OPEC turun, produksi Iran menyusut
Baca juga: Harga minyak naik, Iran terus ekspor minyak

Sumber: Reuters
Editor: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementerian Luar Negeri tindaklanjuti laporan mahasiswa Indonesia kerja paksa di Taiwan

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Luar Negeri menindaklanjuti laporan mengenai ratusan mahasiswa Indonesia yang dipaksa bekerja di sejumlah pabrik di Taiwan. 

Pengaduan mahasiswa Indonesia terkait dengan skema kuliah-magang yang telah berlangsung sejak 2017 ini diperoleh dari Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Taiwan.

“Menanggapi pengaduan tersebut, KDEI Taipei telah berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memperoleh klarifikasi,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Rabu.

Pada sisi lain, tidak ada hubungan diplomatik resmi antara Indonesia-Taiwan dan sebaliknya. 

Dari hasil pendalaman awal KDEI Taipei diketahui situasi yang dihadapi para mahasiswa peserta skema kuliah-magang di Taiwan berbeda-beda di delapan perguruan tinggi yang menerima mereka. 

Karena itu, KDEI Taipei akan melakukan pendalaman lebih lanjut guna mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh.

Terkait dengan situasi yang ada saat ini, Kementerian Luar Negeri melalui Kementerian Perdagangan, telah meminta KDEI Taipei untuk mendalami lebih lanjut informasi mengenai situasi mahasiswa skema kuliah-magang.

Juga untuk memastikan otoritas setempat mengambil langkah-langkah konkret yang diperlukan dalam rangka melindungi kepentingan serta keselamatan mahasiswa peserta skema kuliah-magang.

KDEI Taipei juga diminta berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menghentikan sementara perekrutan serta pengiriman mahasiswa skema kuliah-magang hingga disepakatinya tata kelola yang lebih baik.

Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan, temasuk di antaranya sekitar 1.000 mahasiswa dalam skema kuliah-magang yang diterima di delapan universitas di Taiwan pada periode 2017-2018.

Diperkirakan jumlah mahasiswa Indonesia di Taiwan akan terus meningkat seiring dengan kebijakan New Southbond Policy otoritas Taiwan yang memberikan lebih banyak beasiswa melalui berbagai skema kepada mahasiswa dari 18 negara Asia, termasuk Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyebut sekitar 300 mahasiswa Indonesia menjadi korban kerja paksa yang diduga dilakukan oknum yayasan, lembaga pendidikan, hingga individu.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Ismunandar, mengatakan ratusan mahasiswa itu dijebak oknum pelaksana program dengan iming-iming akan memperoleh beasiswa kuliah di Taiwan.

Para mahasiswa yang mayoritas perempuan ini mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, di antaranya dipaksa bekerja 10 jam dalam sehari dengan bayaran yang murah. Padahal, pemerintah Taiwan memiliki aturan bahwa mahasiswa yang kuliah di tahun pertama tidak mendapat izin bekerja.

Menurut aturan resmi pemerintah Taiwan, adapun izin bekerja itu didapatkan setelah melalui tahun pertama, itu pun tidak lebih dari 20 jam per minggu. Satu laporan jurnalistik di salah satu media di Taiwan menyebut setidaknya enam perguruan tinggi yang bekerjasama dengan agen penyalur tenaga kerja.

Perguruan tinggi itu mengirimkan mahasiswanya untuk menjadi tenaga kerja murah di pabrik-pabrik itu. 

Salah satu perguruan tinggi mempekerjakan mahasiswanya di sebuah pabrik lensa kontak, dimana mahasiswa tersebut dipaksa berdiri selama 10 jam untuk mengemas 30.000 lensa kontak tiap hari. 

Sementara jadwal perkuliahan yang dijalani mahasiswa tersebut hanya dua hari dalam satu pekan, sisanya mereka harus bekerja di pabrik-pabrik itu.

Baca juga: Mahasiswa Indonesia ciptakan aplikasi halal di Taiwan

Baca juga: Indonesia-Taiwan kerja sama perlindungan pekerja migran

Baca juga: Pemerintah fasilitasi pemulangan TKI lumpuh di Taiwan

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Moon Jae-in berharap persahabatan Korsel-Indonesia kian erat di 2019

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berharap agar persahabatan dan kerja sama antara Korea dan Indonesia semakin erat di 2019 dan tahun-tahun yang akan datang.

Harapan tersebut disampaikan Moon dalam ucapan menyambut Tahun Baru 2019 dalam Bahasa Indonesai di akun Twitter resmi kantor kepresidenan Korea Selatan @TheBlueHouseEng yang disematkan akun pribadinya @moonriver365 yang menjadi tanda bahwa kalimat tersebut dibuat oleh Presiden Korsel.

Menurut Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom, ucapan tersebut menjadi tanda kedekatan kedua pemimpin negara.

“Itu menunjukkan persahabatan dan kemitraan yang erat di antara mereka,” kata Dubes Kim Chang-beom melalui pesan pendek yang diterima Antara di Jakarta, Minggu (30/12).

Dalam ucapan yang ditautkan ke akun resmi Presiden Joko Widodo @jokowi, @Kemlu_RI dan masyarakat Indonesia itu Moon menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia kepada Korea Selatan yang telah berjuang untuk perdamaian selama setahun terakhir.

“Kami mampu memperlihatkan kekuatan besar karena Anda selalu bersama kami,” kata Presiden Moon yang dikutip dari cuitannya pada 27 Desember 2018.

Di bagian akhir ucapan Tahun Baru itu, Moon berharap agar Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia selalu sehat dan bahagia.

Baca juga: Presiden Moon Jae-in sampaikan belasungkawa bagi korban tsunami
 

Pewarta: Azizah Fitriyanti
Editor: Rahmad Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2018

China penjarakan seumur hidup mantan petinggi kepolisian rahasia

Beijing (ANTARA News) – Pengadilan China pada Kamis menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mantan pejabat tinggi kepolisian rahasia.

Pejabat tersebut, Ma Jian, dihukum karena menerima suap, melakukan kesepakatan bisnis “secara paksa” dan perdagangan saham berdasarkan atas informasi dari orang dalam perusahaan, kata pengadilan.

Ma Jian, yang pernah menjabat wakil menteri pada Kementerian Keamanan Negara, adalah salah satu pejabat tinggi bidang keamanan yang dijebloskan ke penjara sesudah pemimpin senior keamanan dalam negeri, Zhou Yongkang, dijerat hukum dalam skandal korupsi. Zhou pada 2015 divonis hukuman penjara seumur hidup.

Perkara Ma terkait dengan kasus orang paling dicari China, Guo Wengui.

Guo adalah konglomerat yang tinggal di New York dan mengundang perhatian internasional dengan pernyataannya yang meledak-ledak soal kepemimpinan Partai Komunis.

Pengadilan Peralihan Dalian mengatakan dalam pernyataan di lamannya bahwa pihaknya membuat putusan atas dasar bahwa Ma menerima uang suap dalam jumlah besar dan bahwa kerja samanya dengan perusahaan Guo sangat serius.

Ma telah memanfaatkan jabatannya untuk bersekongkol dengan Guo serta membantu mengendalikan bisnis Guo dengan menggunakan ancaman untuk membuat transaksi ilegal, seperti memaksa orang-orang untuk memindahkan saham perusahaan, kata pengadilan.

Ma menerima lebih dari 100 juta yuan (sekitar Rp212,1 miliar) dalam bentuk properti atas tugasnya. Ia juga mengumpulkan hampir lima juta yuan (sekitar Rp10,6 miliar) dari perdagangan saham berdasarkan informasi dari orang dalam perusahaan, kata pengadilan.

Ma mengatakan ia menerima putusan itu dan tidak akan mengajukan banding, kata pengadilan.

Ma diselidiki atas kasus korupsi pada 2015 dan dikeluarkan dari Partai Komunis pada tahun berikutnya setelah jaksa menuduhnya mencampuri kegiatan penegakan hukum.

Sejak Presiden Xi Jinping melanjutkan kepemimpinan pada 2012, puluhan pejabat tinggi telah diselidiki atau dikenai hukuman penjara.

Xi telah bertekad untuk mencabut akar korupsi serta memperingatkan bahwa Partai Komunis bisa terancam kehilangan kekuasaan karena kasus seperti itu.

Baca juga: Korupsi ancaman terbesar Partai Komunis China
Baca juga: PKC: tak ada toleransi dalam perangi korupsi

Kementerian keamanan negara memiliki pengaruh kuat dan menjalankan tugas mematai-matai para warga negaranya serta orang asing di dalam dan luar negeri.

Kementerian itu adalah salah satu lembaga paling buram di China dan tidak memiliki laman umum atau juru bicara.

Baca juga: Tengah disidik korupsi, jenderal China bunuh diri

Sumber: Reuters
Editor: Tia Mutiasari/Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

China jadi penyumbang terbesar kedua untuk anggaran PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa (ANTARA News) – China akan menjadi penyumbang terbesar kedua untuk anggaran berkala Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai tahun depan, mengungguli Jepang.

Sumbangan China akan meningkat hingga 12,01 persen untuk periode 2016-2018, menurut resolusi yang disahkan oleh Majelis Umum PBB pada Sabtu (22/12).

Sumbangan Jepang akan turun menjadi 8,56 persen dari 9,68 persen.

Penilaian besar sumbangan dari negara-negara anggota PBB dilakukan berdasarkan sejumlah unsur dan ukuran, termasuk perkiraan pendapatan nasional bruto.

Sementara itu, China akan terus menjadi penyumbang terbesar kedua untuk anggaran penjagaan perdamaian periode 2019-2021. Jumlah sumbangan China akan meningkat dari sekitar 10,24 persen menjadi 15,22 persen.

Amerika Serikat tetap menjadi penyumbang terbesar PBB dalam tiga tahun ke depan, baik untuk anggaran berkala maupun penjagaan perdamaian.

Baca juga: China daftarkan 8.000 penjaga perdamaian di PBB
 

Sumber: Xinhua-OANA
Editor: Tia Mutiasari/M. Irfan Ilmie

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

China segera operasikan kapal pemburu

Beijing (ANTARA News) – Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) segera memiliki kapal pemburu generasi terbaru berbobot mati 10.000 ton buatan dalam negeri setelah kapal itu berhasil menjalani uji laju berkecepatan tinggi.

Stasiun televisi resmi China CCTV melaporkan foto uji kecepatan tinggi kapal perang tipe 055 tersebut, namun tidak disebutkan lokasi perairannya.

Wang Yunfei, seorang pengamat dan mantan pejabat AL PLA, mengatakan bahwa tujuan dari uji coba di perairan tersebut untuk mengetahui kemampuan kapal tersebut melaju dalam kecepatan tinggi dan dalam melakukan koordinasi antarsistem.

“Sebelumnya kapal tipe 055 itu telah menjalani uji laju berkecepatan rendah, namun dengan kecepatan tinggi maka uji coba ini bisa dipercaya,” ujarnya sebagaimana dikutip Global Times, Kamis.

Baca juga: Kapal induk China gelar latihan di Pasifik barat

Baca juga: PCA: China tak miliki hak sejarah atas Laut China Selatan

Setelah menjalani uji laju pada bulan Agustus lalu, kapal 055 telah beberapa kali melakukan pelayaran. Angkatan Laut PLA segera mendinaskan kapal perusak bersenjatakan rudal tersebut, seperti laporan CCTV.

Setelah selesai menjalani serangkaian uji layar, lanjut Wang, kapal itu masih harus melakukan serangkaian uji coba sistem komando persenjataan.

Menurut dia, proses itu membutuhkan waktu sekitar setengah tahun.

Selanjutnya China akan memiliki empat unit kapal 055. Dua unit disiagakan di Pelabuhan Dalian, Provinsi Liaoning (wilayah timur laut China yang berbatasan dengan Korut dan Korsel), sedangkan dua lainnya di Shanghai, pesisir Laut China Timur.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan enam unit kapal induk dan kapal multiserang amfibi, maka China sedang berupaya memiliki sedikitnya 10 unit kapal 055 agar bisa membentuk gugus perang sekaligus pengawalan, demikian pendapat Wang.

Kapal tipe 055 yang panjangnya 180 meter dan lebar 20 meter itu dilengkapi dengan 112 baterai peluncur rudal vertikal yang mampu melontarkan rudal ke udara dalam segala situasi dan bentuk, seperti rudal udara, rudal antikapal penjelajah, rudal serangan darat, dan rudal antikapal selam. (T.M038)

Editor: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Laporan: 113 wartawan tewas pada 2018

Jenewa, Swiss,  (Antara/Xinhua-OANA) – Jumlah wartawan yang tewas sejak awal 2018 telah bertambah sebanyak 14 persen jadi 113 dibandingkan dengan tahun lalu, kata Press Emblem Campaign (PEC), yang berpusat di Jenewa, Swiss, Senin (17/12).

PEC mengatakan di dalam laporan tahunannya bahwa sejak awal tahun ini, 113 wartawan tewas di 30 negara –17 di Afghanistan, 17 di Meksiko dan 11 di Suriah.

Negara yang berbahaya setelah Afghanistan, Meksiko dan Suriah adalah Yaman dan India, masing-masing dengan delapan wartawan yang tewas, kata Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Kelima negara itu menjadi tempat tewasnya 61 wartawan, atau lebih separuh dari wartawan yang tewas.

Kelompok teror di Afghanistan dan kelompok kriminal di Meksiko adalah penyebab utama kematian wartawan, kata PEC.

Yang di peringkat keenam adalah Amerika Serikat, dengan enam wartawan tewas oleh seorang pria bersenjata di kantor harian Capital Gazette di Annapolis pada Juni. Pakistan mengikuti dengan lima wartawan.

Jumlah wartawati yang tewas meningkat tajam, dari lima pada 2016 jadi 16 pada 2017, kata laporan PEC. Tahun ini, tujuh wartawati terbunuh.

Penurunan tajam kematian wartawan terjadi di Irak –tempat sembilan wartawan tewas tahun lalu, tapi hanya satu pada tahun ini.

Sementara itu, peningkatan tajam terjadi di Afghanistan, tempat wartawan yang tewas jadi dua-kali lipat dari delapan pada 2017.

Dari 2009 sampai 2018, sebanyak 1.221 wartawan dan pekerja media tewas.
Penyunting: Chaidar A/Tia Mutiasari

Pewarta:
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Alumni Inggris pimpin Kantor Berita Bernama

Kuala Lumpur (ANTARA News) – Peraih gelar MBA dari University of Hull, Inggris, Nurini Kassim dilantik oleh Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Gobind Singh Deo sebagai Direktur Utama atau Ketua Pegawai Eksekutif Pertubuhan Berita Nasional Malaysia (Bernama) di Kuala Lumpur, Selasa.

Kepala Departemen Urusan Korporat Dana Penyediaan Karyawan (KWSP) tersebut dilantik untuk masa jabatan dua tahun, terhitung mulai 1 Januari 2019.

Dia akan menggantikan Datuk Zulkefli Salleh yang telah pensiun pada 3 Oktober 2018.

Dirut Bernama yang baru ini akan menjadi bagian dari pimpinan KKMM.

Baca juga: Bernama Radio luncurkan program siaran berbahasa Indonesia

Perempuan berusia 55 tahun tersebut mempunyai pengalaman luas selama 20 tahun dalam bidang penanganan dari berbagai industri, termasuk di institusi-institusi pemerintah, keuangan, informasi teknologi, hubungan masyarakat, dan korporasi.

“Saya percaya gabungan Dirut yang baru, Lembaga Pengelola, Dewan Supervisor dan tim editorial yang diketuai oleh Datuk Zakaria Abdul Wahab akan membawa Bernama ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Gobind Singh Deo.

Nurini telah menjadi kepala Departemen Urusan Korporat Dana Penyediaan Karyawan sejak Oktober 2015.

Dia berpengalaman 15 tahun di “Securities Commission of Malaysia” dengan memimpin berbagai divisi, termasuk “Departemen Corporate Affairs”, Sekretariat untuk Dana Pengembangan Pasar Modal, Unit Promosi Pasar Modal, dan Unit Proyek Pengembangan Pasar Modal Islam.

Nurini juga pernah bekerja di perusahaan teknologi multinasional, termasuk sebagai manajer pemasaran selama periode 1994-1997 di Sapura Systems Malaysia dan sebagai konsultan proyek pada 1990-1994 di Hewlett-Packard Sales Malaysia.

Editor: M. Irfan Ilmie

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Monyet mengamuk di kantor pemerintahan India

New Delhi (ANTARA News) – Pemerintah India menghadapi pemilihan umum ketat pada tahun depan tapi negara itu harus terlebih dahulu mengatasi lawan sekuat pesaing politik, yakni monyet, yang menjadi ancaman besar di sekitar kantor-kantor pemerintahan dan  parlemen di New Delhi.

Kera-kera berwajah merah (rhesus macaques) telah menyebarkan malapetaka, merebut makanan dan telepon seluler, memecahkan kaca rumah dan membuat takut orang-orang di dan sekitar ibu kota India itu.

Mereka menduduki sejumlah kawasan sekitar parlemen dan tempat kementerian utama, mulai dari kantor perdana menteri sampai kementerian keuangan dan pertahanan, hingga membuat takut para pegawai negeri dan masyarakat.

“Mereka sangat sering merebut makanan dari orang ketika berjalan dan kadang-kadang bahkan merobek dokumen dan arsip dengan memanjat melalui jendela,” kata Ragini Sharma, pegawai di kementerian dalam negeri.

Menjelang sidang parlemen pada musim dingin, para anggota parlemen pada bulan lalu mendapat peringatan soal cara agar terhindar dari serangan kera. Jangan menggoda, memandang atau menatap kera, demikian isi peringatan itu, dan jangan berada di antara induk dan anaknya.

Sumber: Reuters
Editor: Mohamad Anthoni/Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Enam orang cedera akibat ledakan dalam kegiatan keagamaan di Pakistan

Islamabad, Pakistan (ANTARA News) – Enam orang cedera akibat ledakan selama kegiatan keagamaan di Kota Pelabuhan Karachi di Pakistan Selatan, demikian diungkapkan laporan media setempat pada Ahad.

Ledakan itu terjadi dalam pertemuan peringatan Maulid yang diselenggarakan oleh Gerakan Muttahida Qauimi-Pakistan di Daerah Gulistan-i-Jauhar di Karachi pada Sabtu larut malam (8/12), kata lembaga penyiaran lokal Geo News.

Khalid Maqbool, Menteri Federal Urusan Teknologi Informasi, dan Khawaja Izharul Hassan –pejabat senior partai– yang juga menghadiri kegiatan, selamat dalam ledakan tersebut, kata pemimpin MQM-P Faisal Sabzwari kepada wartawan.

“Pelaku teror melemparkan peledak ketika para pejabat senior partai tiba untuk menghadiri kegiatan itu,” kata Faisal Sabzwari, sebagaimana dikutip Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta.

Enam pekerja partai, termasuk menteri koordinator federal, cedera dalam ledakan tersebut, ia menambahkan.

Polisi menyatakan para penyerang melemparkan bom rakitan, atau bom petasan, ke dekat tempat pertemuan dan melarikan diri dari tempat kegiatan itu.

Tak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Karachi, kota yang berpenduduk paling padat di negeri tersebut dan ibu kota komersialnya, telah lama memiliki nama negatif akibat kerusuhan politik dan sektarian dan perang gerombolan yang telah menewaskan ribuan orang selama tiga dasawarsa belakangan ini.

Namun pasukan keamanan telah berhasil menurunkan tingkat kerusuhan setelah operasi dukungan militer –yang dilancarkan pada 2003 di kota metropolitan tersebut.

Baca juga: Gelombang panas Pakistan tewaskan 65 orang di Karachi
 

Editor: Chaidar Abdullah
 

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Polisi Malaysia pidanakan lima orang terkait 1MDB

Kualalumpur (ANTARA News) – Polisi Malaysia (PDRM) mendapatkan izin dari Kejaksaan Agung untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap lima orang terkait penyelidikan perkara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

“Lima orang itu adalah pengusaha Taek Jho Low, pengacara 1MDB Loo Ai Swan, bekas Direktur Eksekutif 1MDB Tang Keng Chee, bekas pegawai 1MDB Geh Choh Heng dan Tan Kim Loong,” kata Kepala PDRM Irjen Pol Tan Sri Mohamad Fuzi Harun dalam pernyataannya kepada media di Kualalumpur pada Rabu.

Fuzi mengatakan, 13 tuduhan terhadap lima orang itu melibatkan uang 17 miliar dollar AS (255 triliun rupiah lebih).

“Kantor Penyelidikan Pidana Komersial PDRM sudah menjalankan penyelidikan terhadap 1MDB atas pelbagai kesalahan pidana melibatkan transaksi keuangan dan tata niaga, yang dijalankan perusahaan 1MDB,” katanya.

Ia mengatakan, hasil penyelidikan polisi diserahkan kepada Jaksa Agung pada 3 Desember berdasarkan atas kuasa yang diberikan kepadanya.

Baca juga: 408 rekening terkait 1MDB dibekukan

Baca juga: KPK Malaysia incar pengusaha terkait skandal 1MDB

Setelah meneliti perkara tersebut, Kejaksaan Agung membuat keputusan supaya polisi mengajukan tuduhan pidana sesuai KUHP dan Undang-undang Pencucian Uang dan Pencegahan Pembiayaan Terorisme 2001 (Akta 613) terhadap lima orang tersebut.

Fuzi mengatakan PDRM mengajukan tuduhan terhadap pribadi terkait di Mahkamah Kejahatan semalam.

“Taek Jho menghadapi lima tuduhan, Taek Jho dan Kim Loong secara bersama menghadapi dua tuduhan, Keng Chee dengan tiga tuduhan. Ai Swan dan Choh Heng masing-masing dua dan satu tuduhan,” katanya.

Ia mengatakan surat perintah penangkapan sudah dikeluarkan untuk melacak lima orang itu, yang melarikan diri dari Malaysia.

Editor; Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Afghanistan berdarah setelah kerusuhan melonjak pada November

Kabul, Afghanistan (ANTARA News) – Lebih dari 300 personel keamanan dan warga sipil Afghanistan serta sedikitnya seribu gerilyawan bersenjata tewas pada November, yang menjadi tanda peningkatan kerusuhan di negara yang diporak-porandakan perang tersebut.

Jumlah yang dikumpulkan oleh Kantor Berita Anadolu menunjukkan telah ada lonjakan bukti pembunuhan di tengah desakan baru oleh AS bagi pembicaraan perdamaian dengan Taliban dalam perang hampir dua-dasawarsa tersebut.

Dalam cuma tiga peristiwa besar pada November, sudah lebih dari 100 nyawa melayang di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Provinsi Ghazni dan Helmand.

Peristiwa yang paling mematikan ialah satu pengeboman bunuh diri dalam suatu upacara keagamaan di jantung Kota Kabul, sehingga menewaskan 50 orang pada 20 November.

Najib Danish, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin– serangan bunuh diri itu ditujukan kepada gedung masyarakat sipil tempat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan.

Kejadian itu diikuti oleh serangan Taliban terhadap desa yang kebanyakan dihuni oleh pemeluk Syiah dari Suku Hazara di Kabupaten Jaghori dan Malistan di Ghazni pada pekan terakhir November sehingga menewaskan sedikitnya 35 warga sipil. Ribuan orang lagi dipaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang relatif lebih aman di negeri tersebut.

Dalam peristiwa ketiga, 23 warga sipil  tewas dalam serangan udara pimpinan AS di Provinsi Helmand, yang bergolak, pada penghujung November.

Sebanyak 649 korban jiwa di pihak sipil telah dicatat pada tahun ini, dari Januari sampai September, kata Misi PBB di Afghanistan (UNAMA).

Pasukan Afghanistan terus menghadapi perang brutal setelah mengambil-alih tanggung jawab keamanan di seluruh negeri tersebut dari pasukan NATO pada 2015.

Dalam pengakuan langka, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani membenarkan bahwa lebih dari 28.500 prajurit Afghanistan gugur sejak pengambilalihan tanggung jawab keamanan dari pasukan NATO –yang jauh lebih terlatih dan memiliki senjata yang lebih lengkap, demikian laporan Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.

Ia mengungkapkan itu dalam pidato di Johns Hopkins School of Advanced International Studies di Washington, melalui tautan video dari Kabul pada November.

Di Provinsi Farah, yang berbatasan dengan Iran, lebih dari 70 prajurit tewas dalam banyak serangan selama November.

Para pejabat Afghanistan dan AS telah lama menuduh Iran menyulut aksi perlawanan di Farah, tapi Teheran  membantah tudingan itu.

Peristiwa tersebut diikuti dengan serangan mematikan terhadap desa berpenduduk masyarakat minoritas Syiah dari suku Hazara di Ghazni pada penghujung November sehingga menewaskan 50 tentara.

Sebanyak 26 prajurit lagi tewas dalam serangan serupa di dalam satu masjid militer Afghanistan pada 23 November.

Sebanyak 60 gerilyawan tewas setiap hari pada November, selama operasi darat, kata Kementerian Pertahanan di jejaringnya.

Serangan terhadap tentara asing berlangsung terus selama bulan itu.

Tiga prajurit AS tewas dan tiga lagi cedera pada 27 November, ketika satu bahan peledak rakitan diledakkan di dekat Kota Ghazni. Seorang kontraktor Amerika juga cedera.

Tahun ini, 12 prajurit AS dan empat anggota koalisi kehilangan nyawa mereka dalam berbagai serangan, kata Mayor Bariki Mallya, Juru Bicara Resolute Support Mission, pimpinan NATO.

Baca juga: NATO selidiki serangan udara mematikan AS di Afghanistan

Editor: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Dubes Rusia apresiasi konsep Indo-Pasifik dari Indonesia

Jakarta  (ANTARA News) – Duta Besar Rusia untuk Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Alexander Ivanov mengapresiasi konsep Indo-Pasifik yang disampaikan Indonesia karena di gagasan tersebut menyinggung sentralitas ASEAN serta sikap inklusif.

“Kami mengamati dan memperhatikan konsep Indo-Pasifik yang disampaikan Indonesia. Konsep Indo-Pasifik versi Indonesia memiliki banyak sisi positif antara lain inklusivitas dan sentralitas ASEAN,” ujar Duta Besar Rusia untuk Asean, Alexander Ivanov, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat. 

Meskipun demikian, lanjut dia, gagasan alternatif yang ditawarkan Indonesia bersama ASEAN dalam konsep Indo-Pasifik itu masih ditelaah oleh Rusia.

 “Konsep ini masih terus dikembangkan dan masih belum sempurna. Kami akan melihat terlebih dahulu ke mana arah gagasan itu,” ujar Dubes Ivanov.

 Apabila konsep tersebut menghilangkan eksistensi suatu negara kawasan, lanjut dia, tanggapan Rusia terhadap Indo-Pasifik akan negatif.

Rusia, lanjut Dubes Ivanov, mempercayai bahwa kerja sama regional harus dilandasi prinsip kolektif.

“Meniadakan suatu pihak dalam konsep ini adalah cara yang buruk. Kerja sama regional yang tidak didasari prinsip kolektif memiliki konsekuensi negatif,” ungkap Dubes Ivanov.?

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan konsep Indo-Pasifik secara komprehensif dan lengkap dalam KTT ke-13 Asia Timur yang di Suntec Convention Centre, Singapura, Kamis (15/11).

“Pada pertemuan EAS tahun 2014, Indonesia menyampaikan visi Poros Maritim Dunia yang menekankan arti penting peningkatan kerja sama maritim, baik di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia,” ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam konferensi pers di Hotel Conrad, Singapura, Kamis.

Dalam pandangan Presiden Jokowi, pengembangan kerja sama Indo-Pasifik penting menekankan pada beberapa prinsip, antara lain kerja sama.?

“Saya ulangi kerja sama, bukan rivalitas, inklusivitas, tranparansi dan keterbukaan,” ucap Presiden Jokowi.

Prinsip lainnya adalah penghormatan terhadap hukum internasional.

“Pengembangan kerja sama Indo-Pasifik ini tidak memerlukan pembentukan sebuah institusi baru,” kata Presiden Jokowi.

Pengembangan kerja sama Indo-Pasifik dilakukan melalui penebalan kerja sama antara negara peserta EAS dan ke depan, penting untuk meningkatkan kerja sama dengan mitra lain di Samudera Hindia.

Sementara itu, kerja sama Indo-Pasifik dapat difokuskan pada tiga bidang, yaitu kerja sama maritim -termasuk dalam menanggulangi kejahatan di laut, kerja sama konektivitas untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan kerja sama mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk pencapaian target SDGs secara inklusif.

Baca juga: Indonesia fokus Indo-Pacifik dalam KTT ASEAN

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ratusan pakar kutuk China atas pembangunan pusat penahanan di Xinjiang

Washington (Antara/Reuters) – Berbagai negara harus mengambil tindakan, misalnya dengan memberikan sanksi, terhadap China terkait penahanan massal warga etnik Uighur di kawasan Xinjiang di China barat, kata ratusan pakar pada Senin.

Mereka memperingatkan kegagalan bertindak akan mengisyaratkan penerimaan “penyiksaan psikologis warga sipil yang tak bersalah.”

Dalam beberapa bulan belakangan Beijing telah menerima kecaman dari para pegiat, akademisi dan pemerintah asing atas penahanan massal dan pengawasan ketat minoritas Muslim Uighur dan kelompok-kelompok etnis lain yang tinggal di Xinjiang.

Pada Agustus, panel HAM PBB mengatakan pihaknya telah menerima laporan-laporan terpercaya bahwa sejuta atau lebih warga Uighur atau minoritas lain ditahan di kamp rahasia di kawasan itu.

Para wakil dari kelompok 278 pakar dari berbagai negara menyerukan China dalam jumpa pers di Washington untuk mengakhiri kebijakan-kebijakan penahanannya, dan sanksi yang diarahkan terhadap pemimpin China dan perusahaan-perusahaan keamanan yang terkait dengan tindakan-tindakan tersebut.

“Situasi ini harus diatasi untuk mencegah preseden negatif di masa depan terkait dengan penerimaan penyiksaan negara terhadap unsur penduduknya, khususnya atas dasar kesukuan atau agama,” kata kelompok tersebut dalam pernyataannya.

Negara-negara hendaknya mempercepat penerimaan suaka dari minoritas Muslim di Xinjiang dan juga “mempelopori gerakan bagi tindakan PBB yang bertujuan menyelidiki sistem pengasingan massal ini dan menutup kamp-kamp tersebut,” katanya.

China menolak kecaman atas aksi-aksinya di Xinjiang, dengan menyatakan pihaknya melindungi agama dan budaya kaum minoritas, dan langkah-langkah keamanannya diperlukan untuk memerangi pengaruh kelompok-kelompok “ektrimis” yang memicu kekerasan di sana.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan dunia hendaknya menepis “gosip” tentang Xinjiang dan percaya kepada pemerintah.

Tetapi setelah bantahan-bantahan sebelumnya tentang kamp-kamp penahanan itu, para pejabat China mengatakan beberapa orang bersalah melakukan pelanggaran ringan dikirim ke pusat-pusat pelatihan “vokasi”, tempat mereka diajari ketrampilan dan pengetahuan hukum yang bertujuan mengekang militansi.

Penyungting: Mohammad Anthoni M016

Pewarta:
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Penyerangan kampus di China renggut satu nyawa

Beijing (ANTARA News) – Penyerangan oleh seorang mahasiswa di salah satu kampus perguruan tinggi di Kota Anning, Provinsi Yunnan, China, Jumat (23/11), menewaskan seorang pelajar.

Otoritas pemerintah lokal, Sabtu, menyebutkan bahwa insiden tersebut juga menyebabkan sembilan mahasiswa dan dua dosen Yunnan Traffic Technician College mengalami luka-luka.

Pelaku bermarga Yang melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata di kampus tersebut, pada Jumat (23/11), pukul 11.26 waktu setempat (10.26 WIB).

Sejauh ini, tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai motif di balik penyerangan tersebut, demikian dilaporkan China Daily.

Yang (20), mahasiswa tahun kedua perguruan tinggi tersebut, telah ditahan oleh aparat kepolisian setempat.

Investigasi lebih lanjut atas insiden yang meresahkan warga daratan Tiongkok itu sampai saat ini masih berlangsung. 

Baca juga: Universitas Yunnan Minzu bidik mahasiswa Indonesia

 
 

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pengebom bunuh diri tewaskan 50 di Kabul

Kabul (ANTARA News) – Seorang pengebom melakukan serangan di ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Selasa (20/11) hingga menewaskan lebih dari 50 orang, kata tiga pejabat pemerintah.

Si penyerang itu meledakkan dirinya di sebuah ruangan jamuan makan, tempat para cendekiawan Islam sedang berkumpul.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Najib Danish, mengatakan serangan itu juga menyebabkan lebih dari 80 orang mengalami luka.

“Seorang penyerang meledakkan bomnya di dalam sebuah ruangan pesta pernikahan, saat para cendekiawan Islam berkumpul untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad,” kata Danish.

Ruangan makan itu berada di gedung pernikahan Uranus, yang merupakan gedung tempat ruangan-ruangan pesta berada, di dekat bandar udara Kabul.

“Ratusan cendekiawan Islam dan para pengikutnya berkumpul untuk mengaji Al Quran dalam rangka merayakan Hari Kelahiran Nabi di ruang jamuan tersebut,” kata kepolisian Kabul.

Para petugas di Rumah Sakit Penanganan Darurat di Kabul mengatakan 30 ambulans telah dikerahkan dengan segera ke tempat kejadian. Mereka mengungkapkan bahwa lebih dari 40 orang mengalami luka sangat parah.

Baik kelompok militan Sunni Taliban maupun kelompok setempat yang memiliki kaitan dengan IS pernah menyerang para cendekiawan agama yang bersekutu dengan pemerintah. Pemerintah Afghanistan telah menetapkan bahwa serangan bunuh diri adalah tindakan yang dilarang Islam.

Taliban mengatakan dalam pernyataan bahwa “orang-orang kami tidak terlibat dalam ledakan Kabul itu dan kami mengutuk hilangnya nyawa-nyawa manusia”.

Kelompok garis keras militan, IS, sebagian besar memusatkan serangan-serangan utama mereka di wilayah Afghanistan ke tempat-tempat ibadah kaum Muslim Syiah, yang dianggapnya sebagai kalangan pelaku bid`ah.

Presiden Afghanistan Ashraf Gani menyebut serangan Selasa itu sebagai tindakan “tidak Islami” dan “tidak bisa dimaafkan”. Ia menyatakan Rabu sebagai hari berkabung.

Pasukan keamanan Afghanistan telah bergelut untuk mencegah serangan-serangan kalangan kelompok garis keras sejak sebagian besar pasukan tempur Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ditarik pulang pada 2014.

Walaupun ada upaya-upaya diplomatik untuk mengakhiri perang selama 17 tahun itu, keadaan keamanan dalam beberapa bulan terakhir memburuk dengan cepat.

Pemerintah Kabul saat ini mengendalikan hanya 56 persen wilayah Afghanistan, turun dari 72 persen pada 2015, menurut laporan pemerintah Amerika Serikat yang dikeluarkan bulan ini. 

Baca juga: 25 tewas akibat ledakan di tempat olah raga di Kabul

Sumber: Reuters
Editor: Tia Mutiasari/Fardah Assegaf

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Perenang Australia meninggal setelah diserang ikan pari

Sydney (ANTARA News) – Seorang pria Australia meninggal setelah diserang oleh ikan pari di lepas pantai Ibu Kota Negara Bagian Tasmania, Hobart, Sabtu larut malam (17/11).

Itu adalah peristiwa pertama seseorang menemui ajal akibat sengatan ikan pari di daerah tersebut, kata media setempat.

Korban yang berusia 42 tahun sedang berenang di Lauderdale, sekitar 13 kilometer di sebelah timur Kota Hobart, ketika ia diserang di perut, kata saluran berita ABC –yang mengutip keterangan polisi pada Ahad.

“Upaya untuk menyelamatkan nyawa pria itu tak berhasil … Ia dikeluarkan dari air oleh teman-temannya sebelum kedatangan petugas layanan darurat,” kata satu pernyataan polisi.

Polisi akan mempertimbangkan penutupan pantai tersebut jika disarankan, kata Wali Kota Dewan Lokal Doug Chipman kepada wartawan, sebagaimana dilaporkan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad siang.

“Saya tidak tahu apakah ada serangan lain ikan pari di pantai sana, tapi kami akan menerima saran dari para ahli dan dari Polisi Tasmania demi keselamatan masyarakat,” kata Chipman.

Perairan di lepas pantai negara bagian itu dikenal berisi sejumlah spesies ikan pari, dan hewan tersebut dilaporkan sering berada di Daerah Lauderdale.

Baca juga: Peselancar diserang hiu di pantai Australia 

Editor: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Presiden Jokowi minta produk RI tak dikenai pajak oleh AS

(Antara)-Presiden Joko Widodo menyampaikan peningkatan kerja sama dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, Michael Richard Pence, untuk saling melengkapi dan membawa keuntungan bagi kedua negara. Presiden Jokowi meminta kepada Wapres AS untuk terus memberikan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP), atau keringanan bea masuk dari negara maju bagi Produk-Produk Indonesia, yang dapat menguntungkan kedua negara.

Sumbangan mengalir ke “manusia troli” dalam serangan di Melbourne

Sydney (ANTARA News) – Seorang pria tunawisma, yang menggunakan troli belanja untuk menjatuhkan penyerang berpisau ketika menusuk polisi di Melbourne, tanpa disangka mendapatkan hadiah dari warga, yang berterima kasih.

Michael Rogers, yang mendapat julukan “Pria Troli”, memperuang lebih dari 50.000 dolar Australia (Rp700 juta lebih), yang terkumpul dari sumbangan hingga Ahad malam untuk membantunya.

Rogers di media sosial terlihat berulang-ulang berusaha menghentikan pernyerang itu, Hassan Khalif Shire Ali, yang menerjang polisi dan sebelumnya menusuk tiga orang, satu tewas, dalam serangan pada Jumat, demikian Reuters melaporkan.

Tindakannya itu difilmkan para saksi dan media setempat serta lembaga amal melacaknya setelah itu untuk mendapatkan ceritanya.

Baca juga: Kepolisian Australia selidiki ISIS di balik serangan Melbourne

“Saya lihat ada troli di sebelah sana, jadi saya ambil dan saya berlari dan mendorong troli itu ke arahnya. Dia terkena tapi troli tak menjatuhkannya,” kata Rogers kepada saluran televisi Channel Seven.

Dia mengatakan dirinya mengulangi lagi tapi juga tak menjatuhkan penyerang itu.

Keberanian Rogers luar biasa karena ia berada hanya beberapa meter dari kendaraan yang berisi tabung gas yang Shire Ali bakar. Ia dengan cepat menjadi pahlawan di media sosial ketika orang-orang memuji tindakan tanpa pamrihnya.

Baca juga: Australia golongkan insiden di Melbourne serangan teror

Donna Stolzenberg, pendiri lembaga amal terdaftar Melbourne Homeless Collective, mulai membuka halaman untuk pengumpulan dana di GoFundMe membantu pria tunawisma itu.

“Sebagai pribadi ia pantas untuk mendapatkannya,” kata Stolzenberg kepada Reuters lewat telepon dari Melbourne.

Hingga Ahad malam lembaga itu telah berhasil mengumpulkan lebih 52.000 dolar Australia, melebihi target sebesar 45.000 dolar.

Dia mengatakan Rogers akan memerlukan banyak bantuan termasuk pengelolaan keuangan dan meyakinkan tak ada orang lain yang mengambil keuntungan darinya.

“Dananya bertambah dan mungkin bertambah terus,” katanya, “Michael menjalani hidupnya sebagai tunawisma dan mungkin tak punya pengalaman dalam pengelolaan sejumlah uang.”

Stolzenberg mengatakan organisasinya juga akan membantu dia memperrumah dan memberi dukungan baginya untuk mengatasi trauma yang dialami dia pada peristiwa Jumat siang.

Reuters belum dapat menghubungi Rogers.

Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

PBB: terlalu dini untuk pulangkan Rohingya ke Myanmar

Jenewa (ANTARA News) – Penyelidik hak asasi manusia soal Myanmar dari Perserikatan Bangsa-bangsa pada Selasa (6/11) mendesak Bangladesh agar mengurungkan rencana untuk memulai pemulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya ke negara bagian Rakhine, Myanmar, bulan ini.

Ia memperingatkan bahwa para pengungsi tersebut kemungkinan akan menghadapi penganiayaan.

Sejumlah pemberontak Rohingya menyerang pasukan keamanan Myanmar pada Agustus 2017 sehingga memicu operasi penindakan keras militer.

Sejak itu, lebih dari 700.000 pengungsi Rohingnya menyeberangi perbatasan ke Bangladesh dari Myanmar barat, kata badan-badan PBB.

Bangladesh dan Myanmar pada 30 Oktober setuju untuk memulai pemulangan para pengungsi Rohingya ke Myanmar pada pertengahan November.

Badan urusan pengungsi PBB telah mengatakan bahwa keadaan di negara bagian Rakhine belum kondusif bagi para pengungsi untuk kembali ke sana.

Yanghee Lee, pelapor khusus PBB soal hak asasi manusia di Myanmar, mengatakan dalam pernyataan bahwa ia telah menerima informasi yang bisa dipercaya dari para pengungsi di Cox`s Bazar, Bangladesh, bahwa “mereka ketakutan nama-namanya berada dalam daftar yang akan dipulangkan sehingga mereka merasa terkekan dan cemas”.

Lee belum melihat ada bukti bahwa pemerintah Myanmar telah membangun keadaan yang memungkinkan para pengungsi Rohingya kembali ke tempat mereka berasal, bisa hidup dengan aman dengan hak-hak mereka terjamin.

Pemerintah Myanmar “tidak bisa memberikan jaminan bahwa mereka (para pengungsi Rohingya) tidak lagi akan mengalami penganiayaan dan kekerasan mengerikan,” kata Lee.

Ia memperingatkan bahwa akar penyebab krisis tersebut harus menjadi hal pertama yang ditangani, termasuk hak mendapatkan kewarganegaraan serta kebebasan untuk bergerak.

Myanmar tidak menganggap Rohingya sebagai kelompok suku asli. Banyak kalangan di negara berpenduduk mayoritas penganut agama Buddha itu menyebut orang-orang Rohingya sebagai “Orang Bengali”, yang artinya mereka adalah warga Bangladesh. 

 Baca juga: Pengungsi Rohingya di India berjuang lawan kebencian dan takut diusir

Sumber: Reuters
Editor: Tia Mutiasari/Fardah Assegaf

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pejabat: helikopter militer Afghanistan jatuh, 25 tewas

Kabul (ANTARA News) – Helikopter milik Angkatan Darat Afghanistan jatuh di bagian barat daya negara itu pada Rabu, menewaskan 25 awak dan penumpangnya, kata pejabat provinsi.

Naser Mehri, juru bicara gubernur provinsi Farah, mengatakan dua helikopter Angkatan Darat sedang dalam perjalanan ke provinsi tetangganya, Herat, ketika salah satunya kehilangan kendali.

Ia mengatakan helikopter nahas itu jatuh di tengah cuaca buruk.

Namun, juru bicara Taliban mengatakan kelompok itu menembak jatuh helikopter tersebut.

Baca juga: Kandahar gelar pemilihan pascapembunuhan kepala kepolisian
Baca juga: Taliban bunuh sedikitnya 10 polisi di Afghanistan Tengah

Sumber: Reuters
Editor: Tia Mutiasari/Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemuda ASEAN pelajari keberagaman budaya dan agama Indonesia

Yogyakarta (ANTARA News) – Sebanyak 22  pemuda peserta program ASEAN Youth Interfaith Camp 2018 mempelajari keberagaman budaya dan agama di Indonesia dengan mendatangi tempat-tempat ibadah bersejarah di Tanah Air.

Delegasi pemuda dari negara-negara anggota ASEAN mengunjungi Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Yogyakarta, Rabu, untuk mempelajari penyebaran agama Islam oleh Wali Songo.

Dalam kunjungan ke masjid tertua di Yogyakarta tersebut, mereka mendapatkan informasi mengenai sejarah masuknya Islam di Tanah Air pada masa Kerajaan Mataram.

Mereka juga menerima penjelasan mengenai sejarah Masjid Gedhe Mataram, masjid dengan gabungan ciri arsitektur Islam dan Hindu yang dibangun oleh Raja Pertama Mataram Panembahan Senopati.

Sebelumnya mereka mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, dan Candi Prambanan di Yogyakarta, yang merupakan bagian dari sejarah ajaran Budha dan Hindu di Indonesia.

Para pemuda ASEAN tersebut selanjutnya akan mengunjungi Gereja Ganjuran di Kabupaten Bantul, gereja Katolik Roma yang didirikan tahun 1924.

Delegasi muda ASEAN juga mendapat penjelasan mengenai bagaimana masyarakat Indonesia membangun kerukunan antarumat beragama sejak masa lalu dan menjaganya.

ASEAN Youth Interfaith Camp adalah inisiatif Indonesia untuk melaksanakan tiga dari enam elemen ASEAN Declaration on Culture of Prevention guna mempromosikan budaya perdamaian dan pemahaman antarbudaya serta nilai-nilai moderat. 

Program itu ditujukan untuk menanamkan pemahaman mengenai keberagaman dan pembangunan kerukunan kepada generasi muda ASEAN, yang diharapkan menjadi agen pemelihara perdamaian di kawasan.

Baca juga:
Pemimpin muda ASEAN diminta pelajari nilai toleransi
Indonesia juara dua lomba program kerukunan beragama dunia

 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Bus China tercebur ke sungai, tewaskan sembilan penumpang

Beijing (ANTARA News) – Sebuah bus terjun ke Sungai Yangtze, Kota Chongqing, China, dan mengakibatkan sedikitnya sembilan penumpang tewas.

Hingga Selasa (30/10) pukul 16.45 waktu setempat (15.45 WIB), petugas penyelamatan menemukan sembilan jasad penumpang dan tujuh di antaranya diangkat dari dasar sungai berkedalaman sekitar 70 meter.

Tiga jenazah yang ditemukan dari dasar sungai telah berhasil diidentifikasi, sedangkan empat lainnya masih dalam pendalaman DNA, menurut pernyataan pihak tim penyelamatan Pemerintah Kota Chongqing, seperti dikutip sejumlah media di China, Rabu.

Diperkirakan di dalam bus nahas tersebut terdapat 15 orang, termasuk seorang pengemudi.

Hasil investigasi sementara mengungkapkan bahwa peristiwa yang terjadi pada Minggu (28/10) itu berawal dari bus tersebut melaju di sisi jalan yang salah.

Bus lalu menabrak mobil di depannya dan menabrak pembatas jalan sebelum terjun dari jembatan di Distrik Wanzhou, Kota Chongqing, tulis Xinhua.

Atas bantuan alat berteknologi sonar dan robot bawah laut, keberadaan bus tersebut terdeteksi di kedalaman 73 meter, bunyi pernyataan Zhou Dongrong dari Shanghai Salvage Co, BUMN yang bergerak di bidang penyelamatan alat transportasi yang mengalami kecelakaan.

Kondisi dan jarak pandang di bawah permukaan air sungai yang sangat terbatas menghambat upaya pencarian.

Sampai saat ini tim penyelamatan Blue Sky Rescue bersama robot bawah laut masih melakukan pencarian terhadap korban dan pengangkatan bangkai bus, demikian dilaporkan Global Times

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kandahar gelar pemilihan pascapembunuhan kepala kepolisian

Kabul (ANTARA News) – Para pemilih di Provinsi Kandahar di bagian selatan Afghanistan memberikan suara dalam pemilihan anggota parlemen pada Sabtu, sepekan setelah 32 dari 34 provinsi di negara itu menyelenggarakan pemilihan.

Pemilihan di provinsi tersebut ditunda pelaksanaannya karena kepala kepolisian setempat dibunuh pemberontak Taliban.

Dalam pemungutan suara selama dua hari akhir pekan lalu, pemberontak melancarkan sebanyak 250 serangan di seluruh negeri, membunuh sedikitnya 50 orang dan melukai lebih dari 100, kata kementerian dalam negeri.

Kepala Kepolisian Kandahar Jenderal Abdul Razeq, salah seorang panglima anti-Taliban yang paling ditakuti, gugur dua hari sebelum pemilihan, mengakibatkan kevakuman keamanan yang berbahaya.

“Pasukan keamanan mungkin tak punya waktu untuk menyatu kembali setelah pembunuhan Razeq,” kata Graeme Smith, konsultan International Crisis Group.

Razeq dan panglima badan intelijen Kandahar gugur ketika seorang anggota pengawal keamanan gubernur provinsi melepaskan tembakan ke arah para pejabat di satu pertemuan, yang juga dihadiri Jenderal Scott Miller, dari pasukan pimpinan NATO di Afghanistan. Miller lolos dari serangan itu dan tak mengalami luka-luka.

Ribuan prajurit dikerahkan pada Sabtu untuk mendorong semangat para pemilih yang diguncang pembunuhan Razeq, yang dikenal luas berusaha keras memelihara stabilitas di Kandahar, tempat subur pemberontakan.

Zia Durani, juru bicara kepolisian Kandahar, mengatakan pasukan keamanan bekerja keras untuk melindungi lebih 550.000 pemilih yang diperkirakan memberikan suara di tempat-tempat pemungutan suara.

Pakar keamanan yang memantau pemilihan mengatakan pembunuhan Razeq membawa gelombang kejutan di seluruh negara itu dan kemungkinan ada lagi serangan-serangan Taliban, yang berusaha membangun kembali hukum Islam yang ketat setelah penggulingan pemerintahan mereka tahun 2001 pasukan pimpinan Amerika Serikat.

Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani mengangkat saudara laki-laki Razeq sebagai pengganti setelah para pendukungnya mengancam merintangi pemungutan suara di Kandahar.
 
Baca juga: Jenderal AS katakan ia mungkin bukan sasaran serangan Kandahar

Sumber: Reuters
Editor: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Rumah Sakit Indonesia di Gaza kena dampak serangan Israel

Jakarta (ANTARA News) – Beberapa bagian Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, mengalami kerusakan akibat serangan militer Israel di kawasan itu menurut sukarelawan organisasi kegawatdaruratan kesehatan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia.

“Sejak Jumat (26/10) malam hingga detik ini, Sabtu, 27 Oktober 2018, militer zionis Israel masih menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza,” kata Reza Aldilla Kurniawan, sukarelawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, Sabtu siang.

Melalui Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris, kepada Antara ia menjelaskan bahwa pesawat tempur Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara.

Hantaman roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitarnya, dan menimbulkan kerusakan di beberapa bagian Rumah Sakit Indonesia, termasuk kantor administrasi, toilet, koridor, dan ruang perawatan intensif.

Reza Aldilla Kurniawan — yang saat serangan terjadi berada di dalam Wisma Rakyat Indonesia di belakang Rumah Sakit Indonesia, merasakan guncangan besar akibat hantaman roket.

“Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari Wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian,” katanya.

Pasien-pasien rumah sakit pun kemudian dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman bagi keselamatan mereka.

Ia menambahkan sat ini dilaporkan deru pesawat tempur masih terdengar jelas.

Pembangun RS Indonesia di Gaza berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009.

Ketika itu misi dipimpin dr Rustam S Pakaya, MPH yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim.

Dalam perkembangannya, kemudian MER-C menggalang dana dari masyarakat Indonesia hingga akhirnya terwujud RSI di Gaza, yang lokasinya berada di di Bayt Lahiya, Gaza Utara. 

Baca juga: RS Indonesia resmi diserahkan kepada Palestina

Sebenarnya, peluncuran secara resmi RS Indonesia di Gaza akan dihadiri relawan dan jurnalis yang pernah ikut menjadi saksi mata saat misi delapan tahun silam.

Namun, karena izin masuk ke Gaza saat ini masih mengalami kendala, kemudian penyerahan itu telah dilangsungkan di Indonesia, pada 9 Januari 2016.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri penyerahan secara simbolis Rumah Sakit Indonesia dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk rakyat Palestina.

Acara penyerahan secara simbolis RS Indonesia di Gaza itu digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (9/1) malam.

Acara itu dihadiri pula Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Wakil Gubernur Aceh (saat itu0 Muzakir Manaf, Menteri Kesehatan Palestina Hani Abdeen, serta Duta Besar Palestina untuk RI Fariz Mehdawi.     

Baca juga: Rumah sakit Gaza tangguhkan layanan karena kekurangan bahan bakar

Pewarta: Andi Jauhary
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pengamat sarankan pelarangan panjat Tembok Besar China

Beijing (ANTARA News) – Pengamat menyarankan pelarangan memanjat Tembok Besar China setelah lima kelompok pelancong terjebak di salah satu sektor bangunan kuno itu, yang belum dikembangkan, hingga cedera.

“Setelah larangan tidak berjalan semestinya, pemerintah seharusnya memugar dan membuka bagian bangunan masih liar itu untuk umum,” kata anggota Lembaga Cagar Budaya China (CCRA) Liu Zheng seperti dikutip media resmi setempat pada Kamis.

Masih banyak pelancong memanjat, meskipun rambu berbahasa Inggris dan Mandarin bertebaran agar pengunjung tidak memanjat salah satu warisan budaya dunia itu.

Liu menganggap pelancong jenuh berdesak-desakan di Tembok Besar, yang dibuka saat ini, sehingga mencari kesempatan agar bisa menikmati daya tarik di sektor lain, yang masih alami.

“Pengunjung harus diatur agar tidak memanjat dinding masih liar sesuai dengan keinginan mereka,” katanya.

Menurut dia, pemanjatan tidak terkendali tidak hanya berbahaya bagi pengunjung, melainkan juga mengancam kebakaran hutan dan merusak kelestarian Tembok Besar.

Dua pelancong pria dan dua wanita, yang memanjat salah satu sektor Tembok Besar, yang berbahaya, di Distrik Huairou, Beijing, Minggu, terperangkap. Salah satu dari mereka jatuh ke lembah hingga cedera, kata laporan Pemerintah Distrik Huairou seperti dikutip “Global Times”.

Regu penyelamat distrik setempat membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelamatkan perempuan pelancong cedera itu.

Untuk mendapatkan perawatan pertama, korban harus diturunkan dari perbukitan dengan berjalan kaki selama dua jam.

Staf Humas Dinas Pemadam Kebakaran Distrik Huairou, Qu Hui, mengatakan bahwa masalah pelancong terjebak di sektor yang disebut “Tembok Liar” itu terus bertambah. Puncaknya terjadi pada Hari Libur Nasional pada awal bulan ini.

“Setiap tahun ada 10 hingga 20 kejadian. Dari jumlah itu, dua hingga empat menimpa pelancong asing,” kata Qu, yang pernah menyelamatkan satu kelompok beranggotakan 16 fotografer amatir, termasuk empat di antaranya pelajar Jepang.

Tembok Besar adalah salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia, yang terdiri atas beberapa bagian. Selama ini, yang paling banyak dikunjungi wisatawan adalah sektor Badaling dan sektor Mutianyu.

Beberapa sektor lain masih liar, termasuk di bawah air karena permukaannya sudah berubah menjadi danau.

Baca juga: “Medali” untuk sang Pemanjat Tembok Besar di Tiongkok
Baca juga: Tiongkok gunakan drone untuk awasi perbaikan tembok besar

 
Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

PM Malaysia janji bantu akhiri kekerasan di Thailand selatan

Bangkok (ANTARA News) – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Rabu berjanji melakukan yang bisa bagi perdamaian di Thailand tetangganya, yang dilanda pemberontakan.

Bagian selatan Thailand, yang berpenduduk sebagian besar penganut Buddha, pada umumnya Muslim, termasuk tiga provinsi, yakni Yala, Narathiwat, dan Pattani, tempat pemberontakan puluhan tahun menewaskan lebih dari 7.000 orang.

“Kami berjanji membantu dengan cara apa pun yang mungkin untuk mengakhiri kekerasan di selatan itu,” kata Mahathir, 93, kepada wartawan sesudah bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha dalam kunjungan pertamanya ke Thailand sejak kemenangan menakjubkan dalam pemilihan umum pada Mei.

Baca juga: Malaysia imbau warganya di Thailand Selatan melapor

“Itu bukan hanya masalah berbicara atau menyusun perjanjian. Itu betul-betul kerjasama dua tetangga bersahabat dan kami ingin melanjutkan persahabatan itu,” kata Mahathir.

Malaysia, yang berpenduduk sebagian besar Muslim, membantu mengatur pembicaraan perdamaian pemerintah Thailand dengan kelompok pemberontak, tapi kemajuan hanya sedikit sejauh ini.

Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018